WWW.ARUS KAHAYAN. COM
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendorong peningkatan kontribusi dividen Bank Kalteng untuk memperkuat pendapatan daerah dalam penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Anggota Banggar DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas, mengungkapkan bahwa pendapatan dari kekayaan daerah yang dipisahkan, khususnya dividen Bank Kalteng, menjadi salah satu potensi penerimaan yang perlu dioptimalkan.
Dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), target pendapatan dari sektor tersebut mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp42 miliar menjadi Rp100 miliar.
“Yang dominan dari kekayaan daerah yang dipisahkan itu Bank Kalteng. Setelah kita bahas, target pendapatan yang sebelumnya sekitar Rp42 miliar dinaikkan menjadi Rp100 miliar untuk KUA-PPAS 2027,” kata Ampera di lingkungan DPRD Kalteng, Rabu (5/8/2026) siang.
Menurutnya, kenaikan target tersebut perlu didukung peningkatan kinerja dan kemampuan keuangan Bank Kalteng. Dengan demikian, kontribusi bank milik pemerintah daerah itu terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dapat semakin besar.
Ampera juga menyoroti kebijakan pembagian dividen. Ia berharap porsi keuntungan yang disetorkan kepada pemerintah daerah dapat ditingkatkan, tanpa mengabaikan kebutuhan penguatan modal dan pengembangan usaha perbankan.
“Kita berharap dividen Bank Kalteng bisa dibagikan lebih besar. Kalau memungkinkan 100 persen, seperti pernah dilakukan sebelumnya. Namun, kalau tidak, sekitar 70 persen dibagikan dan 30 persen tetap ditahan untuk penguatan Bank Kalteng,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan pembagian dividen perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pendapatan daerah dan keberlanjutan bisnis Bank Kalteng. Sebab, kemampuan permodalan menjadi salah satu faktor penting agar bank daerah tersebut mampu berkembang dan menghadapi persaingan industri perbankan.
Bagi Banggar, optimalisasi dividen bukan sekadar meningkatkan angka penerimaan dalam rancangan anggaran. Kinerja badan usaha milik daerah juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap kapasitas fiskal pemerintah provinsi.
Ampera berharap peningkatan kinerja Bank Kalteng dapat berjalan seiring dengan optimalisasi pembagian keuntungan. Dengan begitu, keberadaan bank daerah tersebut semakin memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (4n5)
