WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Kabar segar bagi warga Kota Cantik! Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga dompet warga tetap aman dari lonjakan harga pangan. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, turun langsung memastikan rantai distribusi bahan pokok tetap lancar tanpa hambatan.
Dalam sidak dan pemantauan intensif di sejumlah pasar tradisional, Fairid menyebut bahwa pemerintah tidak hanya sekadar memantau, tapi juga menyiapkan langkah preventif melawan spekulan.
“Kami terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok secara intensif. Salah satu fokus utama adalah mengidentifikasi kecukupan stok di level distributor agar tidak ada aksi spekulasi yang merugikan masyarakat,” ujar Fairid, Jumat (30/1/2026).
Trend Positif: Harga Bawang & Beras Mulai ‘Lunak’
Berdasarkan data terbaru per akhir Januari 2026, beberapa komoditas unggulan justru menunjukkan tren penurunan harga yang signifikan. Berikut adalah perbandingannya:
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Terbaru (Januari 2026) | Status |
| Beras Usang (Karang Dukuh) | Rp20.000/kg | Rp19.000/kg | 📉 Turun |
| Bawang Merah | Rp40.000/kg | Rp38.000/kg | 📉 Turun |
| Bawang Putih | Rp40.000/kg | Rp35.000/kg | 📉 Turun |
| Cabai Rawit | – | Rp40.000/kg | 🟢 Stabil |
| Daging Sapi (Kualitas 1) | – | Rp140.000/kg | 🟢 Stabil |
Flashback 2024-2025: Keberhasilan Pengendalian Inflasi
Langkah proaktif Pemkot Palangka Raya di awal 2026 ini bukan tanpa alasan. Jika menilik data ke belakang, Palangka Raya telah menunjukkan performa yang solid dalam menjaga stabilitas ekonomi:
-
Tahun 2024: Palangka Raya berhasil menjaga angka inflasi tahunan (year-on-year) di kisaran 2,2% hingga 2,8%, yang berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini didorong oleh program “Pasar Murah” yang masif di setiap kecamatan.
-
Tahun 2025: Pemerintah mulai mengoptimalkan Rantai Distribusi Alternatif. Strategi ini terbukti ampuh saat terjadi kendala logistik akibat faktor cuaca di pertengahan tahun lalu, sehingga pasokan pangan dari luar daerah tetap terjaga tanpa memicu lonjakan harga yang ekstrem.
Waspada Spekulan & Gangguan Distribusi
Fairid menekankan bahwa tantangan ke depan adalah ketidakpastian cuaca dan potensi gangguan jalur logistik. Oleh karena itu, Pemkot telah menyiapkan “Plan B”.
“Tak kalah penting menyiapkan jalur atau rantai distribusi alternatif jika terjadi gangguan yang mengakibatkan gejolak harga,” tambah Fairid. Beliau juga memastikan bahwa koordinasi dengan instansi terkait dan Satgas Pangan akan terus diperketat demi memastikan inflasi tetap terkendali di bawah target sasaran.
Dengan kondisi harga yang relatif stabil dan cenderung turun di awal tahun ini, warga diharapkan tidak perlu melakukan panic buying. (545)
