WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus meluas seiring puncak musim kemarau. Hingga Minggu (9/8/2026), kabut asap pekat kembali mengepung wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya pascakebakaran lahan gambut di beberapa titik krusial, seperti kawasan Jekan Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kondisi Karhutla Terkini (Data 9 Agustus 2026)
- Palangka Raya: Kebakaran melalap sekitar 2 hektare lahan gambut kering di Jalan Tingang XXII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya. Kebakaran sejak Sabtu sore (8/8) ini memicu kemunculan kabut asap tebal hingga Minggu pagi dengan jarak pandang (visibility) merosot hingga 2,5 kilometer.
- Indeks Kualitas Udara (AQI): Pengukuran kualitas udara di Palangka Raya mencatatkan angka 176 atau berada dalam kategori tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat asap.
- Kotawaringin Barat: Di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, tim gabungan BPBD, TNI, dan Polri menangani karhutla lahan gambut yang diperkirakan meluas hingga 10 hektare.
- Kabupaten Seruyan: Tim gabungan berhasil mengendalikan titik api seluas ±1 hektare di kawasan rawa/savana Desa Tanjung Tangas dan Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir.
- Status Darurat: Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla periode 28 Juli hingga 10 Agustus 2026 guna mempercepat mobilisasi personel serta sarana pemadaman di Posko Induk dan Posko Lapangan.
Sektor dan Aspek yang Terdampak Kabut Asap
Kabut asap akibat pemicu tanah gambut yang terbakar membawa dampak sistematis terhadap berbagai lini kehidupan masyarakat Kalteng:
|
Sektor Terdampak |
Bentuk Dampak Utama |
|---|---|
|
Kesehatan Masyarakat |
Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan sesak napas. Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita asma menjadi pihak yang paling terdampak. |
|
Transportasi & Navigasi |
Memburuknya jarak pandang darat dan udara. Asap tebal di sekitar Desa Sungai Tendang berpotensi mengganggu jalur penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun jika tiupan angin mengarah ke area landasan. |
|
Pendidikan & Aktivitas Warga |
Pengurangan aktivitas di luar ruangan (outdoor) bagi siswa sekolah. Warga diimbau menggunakan masker standar medis saat beraktivitas di luar. |
|
Ekologi & Lingkungan |
Kerusakan ekosistem gambut dalam yang menyerap karbon, hilangnya keanekaragaman hayati lokal, serta pelepasan emisi karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. |
