WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah, semangat membangun infrastruktur Kalimantan Tengah (Kalteng) justru semakin diperkuat melalui jalur sinergi pusat. Anggota Komisi V DPR RI asal Kalteng, Muhammad Syauqi, menggelar silaturahmi dan Buka Puasa Bersama (Bukber) tahun kedua bersama tujuh mitra strategi kerja Komisi V di halaman belakang Kantor Dinas Perhubungan, Jl. S. Parman, Palangka Raya, Rabu 4/3/2026
Muhammad Syauqi menegaskan bahwa kehadiran mitra kerja Komisi V di Kalteng bukan sekedar formalitas, melainkan garda terdepan pembangunan. Ketujuh mitra tersebut meliputi:
Kementerian PUPR fokus jalan, jembatan, bendungan, dan irigasi.
Kementerian Perhubungan konektivitas darat, laut, udara, dan rel.
Kemendesa PDTT pemberdayaan desa dan wilayah pinggiran. Informasi BMKG cuaca dan mitigasi bencana.

Selanjutnya,BASARNAS keselamatan transportasi dan operasi SAR. BPNP/BPLS: Penanganan infrastruktur khusus.
”Intinya, tujuh mitra dari Komisi V DPR RI ini akan tegak lurus membangun Kalteng sesuai tupoksi mereka. Kita ingin menjalin silaturahmi agar koordinasi pembangunan tidak terhambat,” ujar Syauqi.

Dibalik kerja keras pembangunan, Syauqi mengungkap fakta bahwa dua instansi vital, yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, hingga kini masih meminjamkan lahan/gedung milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota.
Atas hal tersebut, Syauqi melayangkan harapan kepada Pemerintah Daerah:
Harapan untuk Pemprov dan Pemko, memfasilitasi perwakilan lahan agar kedua balai tersebut bisa membangun kantor permanen demi pelayanan yang lebih maksimal.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengakui kondisi fiskal daerah sedang mengalami tantangan besar. APBD Kalteng yang semula berada di angka Rp10,2 triliun, kini mengalami efisiensi hingga menjadi Rp5,6triliun pada tahun 2026.
”Memang sangat berat bagi kami untuk membangun infrastruktur, terutama perbaikan jalan nasional dan normalisasi sungai dengan anggaran terbatas. Namun, dengan dukungan mitra DPR RI, kami yakin niat menyejahterakan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” ungkap Edy Pratowo.
Senada dengan Wagub, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengapresiasi undangan silaturahmi ini. Ia menyebut dukungan Kementerian PUPR sangat krusial, terutama dalam menangani masalah drainase primer ke arah bandara yang menjadi prioritas Kota Cantik saat ini.

Di tengah keterbatasan anggaran, pertemuan ini menjadi momentum bagi seluruh dinas untuk mulai memetakan skala prioritas. “Dengan bantuan pendanaan dari APBN melalui jalur Komisi V DPR RI, diharapkan proyek-proyek strategis di Kalteng tetap berjalan meskipun anggaran daerah sedang diperketat,” tutupnya. (4n5)
