ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA-Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri Palangka Raya (UIN PR) menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) sebagai upaya penguatan kapasitas kader. Kegiatan ini berlangsung di Aula UPT Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jl. Tjilik Riwut Km. 7, pada 8 hingga 10 Mei 2026.
Salah satu materi krusial yang diberikan kepada peserta adalah Analisis Wacana dan Media. Materi ini dinilai penting agar para kader memiliki daya kritis dalam memilah informasi di tengah gempuran media sosial maupun media massa.
Pemateri Analisis Wacana dan Media, Muhammad Nor, S.Hum., memaparkan bahwa kemampuan menganalisis wacana adalah benteng utama agar individu tidak terseret arus informasi yang tidak jelas kebenarannya.
“Kader PMII harus cerdas melihat apa yang ada di balik sebuah narasi. Peran media sangat besar dalam memengaruhi kehidupan sosial, sehingga kita dituntut bijak memanfaatkannya sebagai alat perjuangan, bukan sekadar menjadi konsumen informasi,” ujar Muhammad Nor.
Ia menekankan bahwa di era digital, narasi seringkali dibentuk untuk menggiring opini publik, sehingga kader organisasi harus mampu melakukan dekonstruksi terhadap pesan-pesan yang beredar.
Pantauan di lokasi, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan cair. Para peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan serta tanggapan terkait fenomena media saat ini.
Salah satu peserta, Arif, memberikan respons lugas mengenai krusialnya peran media dalam menentukan arah kebijakan publik. Ia mencontohkan bagaimana fenomena “viral” seringkali menjadi penentu tindakan hukum atau kebijakan pemerintah.
“Saat ini peran media sangat krusial. Kita bisa lihat contohnya pada kasus kelangkaan BBM di Palangka Raya baru-baru ini. Kebijakan bahkan proses hukum seringkali baru bergerak cepat setelah informasi tersebut viral di media sosial,” ungkap Arif.
Melalui materi ini, PKD PMII UIN Palangka Raya berharap para lulusannya mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga literat secara digital dan mampu memberikan edukasi positif bagi masyarakat luas.
