WWW.ARUS KAHAYAN.COM,
Menyambut momentum suci Ramadan 2026, sebuah langkah strategis diambil untuk melindungi masyarakat Kalimantan Tengah dari jeratan masalah ekonomi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Kemenag, Bank Indonesia, dan MES Kalteng menggelar Training of Trainers (ToT) Pengelolaan Keuangan Syariah serta sosialisasi Indonesia Anti Scam Centre (IASC).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kemenag Kalteng ini menghadirkan para penyuluh agama, penghulu, hingga pengurus masjid se-Kalimantan Tengah sebagai ujung tombak edukasi masyarakat, Rabu 25/2/2026
Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Kalteng mengatakan, edukasi ini bukan sekadar teori, melainkan respons terhadap realitas sosial yang cukup mengkhawatirkan.
72% kesehatan mental dipengaruhi oleh kesehatan finansial. 45% penyebab stres utama adalah ketidakpastian keuangan di masa depan. 33% perceraian di Indonesia dipicu oleh faktor ekonomi.

”Penyuluh agama dan penghulu memiliki peran krusial saat bimbingan perkawinan. Di sinilah edukasi keuangan keluarga masuk untuk mencegah pasangan terjebak keputusan finansial yang merugikan sejak awal berumah tangga.” – Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Kalteng Hadir pula kepala Dinas perdagangan Nurhaini
Di tengah kemudahan transaksi digital, risiko scam atau penipuan mengintai. Indeks keamanan digital Indonesia yang masih tertinggal 40,4% menjadi alarm bagi semua pihak.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menegaskan pentingnya kewaspadaan dengan jargon baru.
“Kalau Ragu, Stop Dulu!”
Beliau menghimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap tawaran atau transaksi mencurigakan melalui kanal resmi sebelum melangkah lebih jauh.
Dr. H. Amruddin dari Kemenag Kalteng berharap sinergi ini menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar kesejahteraan di Kalimantan Tengah. Melalui para “Trainer” yang dilatih hari ini, masyarakat diharapkan:
Mampu mengelola keuangan dengan prinsip syariah yang berkah. Mengenali modus penipuan (IASC) agar aset keluarga tetap aman.
Memperkuat ketahanan ekonomi komunitas dari level terkecil (keluarga).
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara hybrid dari seluruh Kabupaten/Kota, memastikan pesan ini sampai hingga ke pelosok Bumi Tambun Bungai. (4n5)
