KALTENG PALANGKA RAYA

Muhammadiyah: Lokomotif SDM Unggul dan Bukti Nyata Toleransi di Tanah Tambun Bungai

WWW.ARUS KAHAYAN. COM, 

Gema Ramadan 1447 H di Masjid Darul Arqam, Muhammadiyah Palangka Raya, menjadi momentum istimewa bagi keluarga Besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Acara Pengajian Ramadan dan Buka Puasa Bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga potret kolaborasi kuat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun peradaban. Sabtu 21/2/206

​Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah yang konsisten bergerak di lini pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.

​”Kolaborasi pemerintah dengan organisasi seperti Muhammadiyah adalah kekuatan besar. Perannya sangat strategis dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia,” ujar Gubernur Agustiar.

​Beliau juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan Ramadan 1447 H sebagai ruang muhasabah (evaluasi diri), memperkuat persatuan, dan melipatgandakan amal kebajikan. Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Abdul Razak, Ahmad Syar’i, Eddy Raya Samsuri, Khairil Anwar, kakanwil kemenag kalteng Yusi abdhian serta Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini.

​Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz H. Hajriyanto Y. Thohari, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya sifat pemaaf dan optimisme dalam beragama.

​”Jangan pernah berputus asa dari ampunan Allah, meski dosa setinggi gunung atau seluas buih di lautan,” pesan Hajriyanto. Beliau mengajak umat untuk mengisi Ramadan dengan keseimbangan: berpuasa, salat tarawih, bersedekah, namun tetap bekerja keras dengan produktif.

​Setibanya di Bandara Tjilik Riwut, Hajriyanto menyempatkan diri mengunjungi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP). Beliau mengaku sangat terkesan dengan perkembangan kampus yang kini telah menembus 10.000 mahasiswa.
​Ada satu fakta menarik yang beliau garis bawahi terkait inklusivitas Muhammadiyah,
​Di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebanyak 17,8% mahasiswa adalah pemeluk agama Kristen.
​Di Sorong: Mahasiswa non-muslim mencapai 82%, dengan 48% dosen beragama Islam.

​”Di saat toleransi seringkali hanya menjadi slogan, Muhammadiyah membuktikannya dengan fakta. Inilah gerakan Islam yang terbuka dan benar-benar menghidupi Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya.

Menutup paparannya, Hajriyanto mengingatkan bahwa negara yang hanya mengandalkan kekayaan alam akan mengalami stagnasi Beliau mencontohkan Singapura, negara tanpa sumber daya alam (minyak atau batu bara) namun mampu menjadi yang terkaya di Asia karena kualitas SDM-nya. 

​”Universitas adalah lokomotif kemajuan Jika ingin Kalimantan Tengah dan Indonesia maju, tidak ada pilihan lain selain membangun manusianya. Muhammadiyah hadir sebagai lokomotif pembaharuan tersebut melalui jaringan pendidikannya dari Sorong hingga Palangka Raya,” tutup beliau. (4n5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *