WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA – Suasana hangat menyelimuti Cafe Malapi (Markasnya Laskar Ngopi) di Jalan Yos Sudarso, Palangkaraya, pada Senin (19/01/2026) malam. Sejumlah tokoh senior dan kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berkumpul dalam agenda silaturahmi yang penuh keakraban.
Acara bertajuk “Dari Pergerakan Menuju Pengabdian dan Kesejahteraan” ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Pengurus Wilayah Ikatan Alumni (PW IKA) PMII Kalimantan Tengah.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah; Bendahara Umum PW IKA PMII Kalteng, Annisa Yunia Bekti; serta Ketua Eksternal IKA PMII Kalteng, Sasongko Yuwono. Dari jajaran struktural aktif, tampak hadir Sekum PKC PMII Kalteng M. Taufik, Wakil Ketua PKC Lukman, Ketua PC PMII Palangkaraya Nasir, Ketua Kopri PMII Kalteng Ayu Kristianti, serta para ketua komisariat dan rayon se-Palangkaraya.
Networking Sebagai Kunci Kesuksesan
Dalam arahannya, Rahmanto Muhidin menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan pelepas rindu sekaligus ruang untuk memotivasi para kader. Ia menekankan bahwa di era sekarang, pendidikan tinggi saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan seseorang.
“Kesuksesan seseorang bukan hanya variabel pendidikan semata. Ada variabel networking atau jejaring yang sangat penting, yang bisa didapatkan melalui organisasi,” ujar Rahmanto.
Lebih lanjut, ia berpesan agar setiap kader PMII diharapkan memiliki keberanian untuk bicara dan berbuat demi kepentingan orang banyak. “Harapan saya, kader-kader PMII dapat menjadi agen perubahan (agent of change),” tambahnya.
Penguatan Database dan Kemandirian Ekonomi
Selain motivasi kepemimpinan, pertemuan ini juga membahas teknis organisasi. Ketua Eksternal IKA PMII Kalteng, Sasongko Yuwono, menyoroti pentingnya penataan database keanggotaan dan kekaderan agar distribusi potensi kader lebih terukur. “Suksesi kepemimpinan di PMII wajib menjadi fokus ketua ketua yang ada sekarang ini, jangan hanya fokus pada proker tapi menyiapkan calon pengganti nakhoda terlupakan, 1 (satu) Tahun itu sebentar Sahabat”, Tegas Cak Sayu kembali.
Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, memberikan perspektif mengenai ketahanan organisasi. Ia mendorong para kader untuk mulai membangun usaha mandiri. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah kunci agar program kerja (proker) organisasi dapat berjalan dengan maksimal tanpa hambatan finansial.
Pertemuan yang diawali dengan makan malam bersama ini ditutup dengan sesi inagurasi dan dialog santai antar-generasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat solidaritas antar-kader PMII di Kalimantan Tengah dalam menyongsong pengabdian ke masyarakat yang lebih luas.
