Uncategorized

Hadapi Tantangan Pasar Bebas, PMMBBN Kalteng Ajak Pemuda Perkuat Kerukunan dan Falsafah Huma Betang

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Ketua Pengurus Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBBN) Kalimantan Tengah, Desy Nur Hikmah, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan kewajiban seluruh generasi muda Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan era pasar bebas.

Benteng Ideologi di Era Global

Menurut Desy, generasi milenial saat ini tidak hanya menghadapi persaingan ekonomi yang ketat, tetapi juga serbuan nilai-nilai asing yang masuk melalui pasar bebas. Tanpa fondasi yang kuat, keberagaman bangsa bisa menjadi titik lemah yang mudah diadu domba.

“Di era pasar bebas ini, tantangan kita bukan hanya soal kompetensi kerja, tapi bagaimana menjaga identitas bangsa. Dalam 4 Pilar Kebangsaan, Teks Proklamasi, dan Falsafah Huma Betang, kita diajarkan untuk saling menghormati, bukan saling memusuhi,” tegas Desy.

Falsafah Lokal Sebagai Daya Saing

Ia menilai bahwa nilai-nilai lokal Kalimantan Tengah, yakni Huma Betang, sangat relevan sebagai strategi bertahan di masa depan. Kerukunan yang terjaga akan menciptakan stabilitas sosial yang menjadi modal utama dalam pembangunan ekonomi dan daya saing bangsa.

“Kita tidak boleh kehilangan jati diri. Justru dengan semangat toleransi yang kuat, generasi muda Indonesia akan lebih solid dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan luar yang ingin memanfaatkan celah perbedaan kita,” tambahnya.


Ringkasan Tantangan Milenial yang Ditonjolkan:

  • Persaingan Global: Perlunya kompetensi yang dibarengi dengan karakter kebangsaan.

  • Ketahanan Sosial: Menjaga agar isu SARA tidak menjadi penghambat kemajuan ekonomi di era pasar bebas.

  • Identitas Nasional: Menggunakan falsafah lokal (Huma Betang) sebagai filter terhadap pengaruh budaya asing yang destruktif.

Desy menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen mahasiswa dan pemuda untuk kembali ke akar budaya Indonesia sebagai panduan dalam bertindak. “Menjaga kerukunan adalah bentuk nyata bela negara di masa kini,” pungkasnya. (545)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *