WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA – Pengurus Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMBN) Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama dan Bela Negara. Acara ini menjadi langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham asing yang kian masif.

Ketua Umum PW PMBN Kalteng, Desy Nur Hikmah , dalam Berbagainya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya nyata untuk menekan serbuan paham-paham luar yang berpotensi menggerus kebudayaan lokal maupun nasional.
“Kita perlu memperkuat jati diri bangsa. Sosialisasi ini adalah upaya kami untuk menekan serbuan paham asing yang dapat mengancam kebudayaan kita,” ujar Desy.
Milenial Bukan Pecundang
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Kiki Hidayat , menyampaikan pesan kuat bagi para peserta. Ia menekankan bahwa saat ini adalah momentum bagi generasi milenial untuk menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga kedaulatan negara.
“Generasi muda wajib sadar bahwa inilah saatnya kaum milenial membuktikan pada negara bahwa kita ada. Kita bukan pecundang. Sebagai kaum muda, kita punya kewajiban terhadap perdamaian, persatuan, dan bela negara,” tegas Kiki dalam laporannya.
Filosofi Huma Betang Jadi Pondasi
Kegiatan ini mengangkat tema yang kental dengan nilai kearifan lokal, yakni “Internalisasi Huma Betang sebagai Pondasi Generasi Muda Kalimantan Tengah dalam Bermoderasi Beragama dan Bela Negara.”
Pemilihan tema ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai filosofis Huma Betang —simbol toleransi dan kebersamaan masyarakat Dayak—sebagai instrumen utama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Bumi Tambun Bungai.

Melalui kegiatan ini, PW PMBN Kalteng berharap para pemuda tidak hanya memahami moderasi beragama secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi keutuhan NKRI.
Desy Nur Hikmah juga mengajak seluruh generasi muda Kalimantan Tengah untuk bersama sama menjaga Bumi Kalimantan Tengah Bumi Isen Mulang Bumi Pancasila ini agar selalu damai, rukun dan tulus seperti yang termuat dalam falsafah Huma Betang.
