ARUSKAHAYAN. COM, PALANGKARAYA– Langkah inovatif dan kolaboratif terus didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah demi memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pihak legislatif mengusulkan agar pemerintah daerah menguatkan keterlibatan pihak ketiga, seperti dunia usaha dan perusahaan swasta, guna memperkuat armada serta efektivitas penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menyampaikan bahwa kemitraan bersama sektor swasta merupakan solusi cerdas untuk menjaga keberlanjutan aksi pemadaman di tengah dinamika kapasitas anggaran daerah. Menurutnya, penanganan bencana lingkungan berskala besar memerlukan kerja sama lintas sektor sehingga tidak hanya bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah penjajakan kerja sama proaktif yang dilakukan oleh para kepala daerah diyakini mampu membuka ruang sinergi yang lebih luas. Dukungan dari perusahaan serta mitra strategis lainnya, baik dalam penyediaan sarana prasarana maupun personel pemadam, akan memperkokoh garda terdepan dalam mengantisipasi dan memadamkan titik api di area rawan.
Selain merangkul dunia usaha, keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat juga menjadi pilar utama yang sangat krusial. Pemprov dan Pemkab/Pemko terus memotivasi warga untuk memperkuat peran serta dalam mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dari lingkungan terkecil.
Nafsiah menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan bersama mengingat ancaman karhutla dapat memengaruhi ruang hidup serta keselamatan kawasan permukiman warga. Kesadaran kolektif untuk menjaga lahan pribadi dan lingkungan sekitar dinilai sebagai modal sosial yang sangat berharga dalam menciptakan daerah yang aman dan tangguh bencana.
Dengan dorongan pendampingan yang konsisten dari pemerintah serta sinergi yang solid antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Kalteng optimistis dapat mewujudkan sistem penanggulangan karhutla yang lebih responsif, efisien, dan berkelanjutan.
