ARUSKAHAYAN. COM, PALANGKARAYA– Komitmen untuk mewujudkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin intensif dan berdampak luas terus ditunjukkan oleh jajaran DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Kunjungan kerja Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, ke Kalteng disambut hangat sekaligus menjadi momentum strategis bagi daerah untuk mendorong penguatan regulasi serta sinergi nyata bersama pemerintah pusat.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menyampaikan aspirasi mendalam agar perhatian yang telah ditunjukkan pimpinan pusat dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret di lapangan. Menurutnya, perhatian berkelanjutan dari Presiden, Wakil Presiden, hingga Menhut menjadi modal besar yang dapat dioptimalkan untuk mempercepat hadirnya program penanggulangan karhutla yang komprehensif.
Langkah strategis yang didorong oleh legislatif adalah keterbukaan peluang agar penanganan karhutla di Kalteng dapat didukung dengan penetapan status yang memungkinkan berbagai program pusat mengalir optimal ke daerah. Menurut Junaidi, dukungan penuh dari anggaran serta sarana penanggulangan bencana nasional akan sangat memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat Kalteng.
DPRD Kalteng menegaskan bahwa usulan tersebut disampaikan sebagai upaya konstruktif dari meja dewan untuk memastikan penanganan di lapangan memiliki daya dukung yang tangguh. Kehadiran jajaran kementerian pusat dipandang sebagai kesempatan emas untuk merumuskan kebijakan yang responsif serta selaras dengan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah rentan.
Dalam merumuskan masukan bagi pemerintah pusat, legislatif Kalteng telah melakukan kajian cermat berbasis indikator kebencanaan yang obyektif. Dari lima indikator utama yang diamati, pihak dewan meyakini setidaknya tiga indikator telah terpenuhi untuk memperkuat urgensi hadirnya dukungan berskala nasional.
Momentum kedatangan Menhut RI ini pun dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan permohonan resmi agar penanganan karhutla di Kalteng mendapatkan penanganan prioritas tertinggi. Sinergi yang kokoh antara daerah dan pusat diyakini akan mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menjamin keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
