ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Islam Negeri Palangka Raya menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) sebagai upaya memperkuat kapasitas kader. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula UPT Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Tjilik Riwut Km 7, pada 8–10 Mei 2026.
Dalam kegiatan itu, peserta dibekali sejumlah materi, salah satunya Analisis Sosial. Materi tersebut dinilai penting untuk membangun daya kritis kader dalam melihat berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pemateri Analisis Sosial, Sasongko Yuwono, mengatakan kemampuan analisis sosial menjadi bekal utama bagi kader untuk memahami dan membedah berbagai persoalan sosial di masyarakat.
“Persoalan masyarakat saat ini semakin kompleks, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik. Karena itu kader harus memiliki kepekaan dan kemampuan membaca situasi sosial,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan tanggapan terkait fenomena sosial serta perkembangan media saat ini.
Salah satu peserta, Kiki Hidayat, menilai materi analisis sosial penting untuk mengasah kepekaan kader terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, kader perlu memahami akar persoalan dari berbagai fenomena yang terjadi, seperti kenaikan harga sembako akibat meningkatnya harga BBM nonsubsidi.
Melalui kegiatan PKD tersebut, PMII UIN Palangka Raya berharap dapat mencetak kader yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki literasi digital yang baik serta mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat.
