WWW.ARUSKAHAYAN.COM | PALANGKA RAYA,
DPRD Kalteng Desak Honor & Operational Tetap untuk Relawan Karhutla
Taruh nyawa di garis depan pemadaman, para relawan Karhutla kerap terpaksa merogoh kocek pribadi untuk operasional. Okki Maulana minta pemerintah buat sistem dukungan permanen.
PALANGKA RAYA – Keberadaan relawan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah adalah benteng terdepan saat bencana kabut asap mengancam. Namun, sangat ironis jika dedikasi pahlawan tanpa tanda jasa ini hanya diganjar dengan ucapan terima kasih dan bantuan insidental belakangan.
Sudah saatnya armada relawan mendapatkan kepastian honorarium serta dukungan biaya operasional permanen dari pemerintah demi menjaga kesiapsiagaan pemadaman secara optimal.
Sorotan tajam ini disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Okki Maulana. Ia mengapresiasi langkah nyata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, yang mulai memberikan perhatian khusus kepada para relawan di wilayahnya.
“Saya memandang langkah Pak Wali Kota ini sebagai bentuk kepedulian, tanggung jawab, sekaligus apresiasi yang luar biasa bagi kawan-kawan relawan yang selama ini berjibaku di lapangan,” ujar Okki, Kamis (14/10/2026).
Realita Pahit: Bertaruh Nyawa, Bayar Pakai Uang Pribadi
Okki menegaskan, peran relawan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata dalam situasi gawat darurat karhutla. Selama ini, banyak tim relawan yang harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kesehatan mereka saat mengepung titik api (hotspot) di medan yang ekstrem.
Yang makin memprihatinkan, tak jarang para relawan terpaksa merogoh kocek pribadi hanya untuk membeli bahan bakar armada pemadam, logistik, atau memperbaiki peralatan yang rusak saat bertugas.
“Relawan ini menjalankan tugas mulia melayani dan melindungi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera membentuk sistem dukungan yang lebih terarah dan jelas, termasuk memastikan alokasi honor bagi mereka,” tegasnya.
Semangat Kesukarelaan Ada Batasnya!
Sebagai sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Relawan Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Okki paham betul dapur dan denyut nadi perjuangan rekan-rekannya di lapangan.
Ia mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dan menganggap keberadaan relawan sebagai hal yang taken for granted (dimaklumi begitu saja). Kesiapsiagaan armada dan personel tidak akan bisa bertahan lama jika negara hanya menggantungkan harapan pada semangat kesukarelaan semata tanpa sokongan dana operasional dan logistik yang konkret.
Catatan Redaksi ArusKahay4n.com
Pahlawan garis depan pemadam karhutla tidak cukup hanya diberi tepuk tangan dan pujian saat asap membubung tinggi. Payung kebijakan yang menjamin kesejahteraan, jaminan keselamatan, dan anggaran operasional tetap bagi relawan adalah bentuk penghargaan tertinggi yang wajib diwujudkan pemerintah daerah.545,”Sejuta Tepuk Tangan takkan membuat mereka Terlena, namun mereka adalah manusia dengan garis sosia apa adanya, dan memiliki rasa kemanusiaan berlebih.”
Editor: Redaksi Arus Kahay4n
Foto: Dokumentasi Aksi Relawan Pemadam Kebakaran Palangka Raya
Tag: #RelawanKarhutla #DPRDKalteng #OkkiMaulana #FairidNaparin #KarhutlaKalteng #PalangkaRaya #ArusKahayan
