WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Gelombang keresahan masyarakat terkait sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya memasuki babak baru. Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA) bersama warga setempat menyatakan siap turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut kepastian dan perbaikan tata kelola distribusi BBM.

Aksi ini dipicu oleh maraknya pemandangan antrean mengular di berbagai SPBU. Warga terpaksa membuang waktu hingga berjam-jam hanya demi mendapatkan pasokan BBM. Dampaknya dirasakan langsung oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja harian, pelaku UMKM, pengemudi transportasi, hingga mahasiswa yang mobilitasnya terganggu.
Ketua GAPURA, Aris, menegaskan bahwa langkah turun ke jalan ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi nyata yang dialami masyarakat, bukan sekadar mencari kegaduhan.
“Kami bersama masyarakat turun bukan karena ingin membuat kegaduhan. Kami turun karena ada keresahan yang nyata. Masyarakat harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Aris saat menyampaikan keterangannya.
GAPURA menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tidak bisa tinggal diam atau sekadar memberikan imbauan pasif. Pemkot dituntut berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina serta instansi terkait untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar tanpa celah penyalahgunaan.
Poin Utama Tuntutan GAPURA
-
- Langkah Konkret Pemkot: Mengawal distribusi BBM secara langsung dan tidak hanya sebatas menerbitkan imbauan.
- Transparansi Informasi: Membuka data pasokan dan penyebab utama antrean panjang kepada publik.
- Pengawasan Ketat: Memperkuat penindakan dan pengawasan di lapangan agar distribusi tepat sasaran.
- Kepastian Pelayanan: Memastikan hak masyarakat atas akses BBM yang tertib, mudah, dan sesuai aturan terpenuhi.
”BBM merupakan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai rakyat terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan distribusi dan tata kelola BBM. Kami ingin ada kepastian, bukan sekadar imbauan. Kami ingin solusi, bukan sekadar penjelasan,” tegas Aris.
GAPURA turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat yang merasa dirugikan oleh persoalan BBM ini untuk bergabung dan menyampaikan suara bersama secara damai, tertib, serta bertanggung jawab.
