Permintaan Melonjak 10 Hari Sebelum Natal, Pelaku Usaha Harap Harga Bahan Baku Tetap Stabil!
WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA – Geliat bisnis kuliner di Kota Palangka Raya mulai memanas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang tinggal beberapa minggu lagi. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan kini tengah menggencarkan produksi kue kering untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Lusi, salah satu pelaku UMKM di Palangka Raya, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya fokus mempersiapkan produk kue Natal andalan yang selalu laris.
“Tentu yang diharapkan harga bahan baku tetap stabil agar produksi kue tidak terkendala,” ujar Lusi, Jumat (8/12/2025).
Lebih lanjut, Lusi juga menaruh harapan besar agar pemerintah, terutama melalui perbankan, dapat terus memprogramkan bantuan permodalan yang efektif guna mendukung keberlangsungan UMKM di Palangka Raya.
Lonjakan Pembeli dan Kue Favorit
Tuti, seorang karyawan toko kue dan snack lokal, membenarkan adanya tren peningkatan permintaan ini. Ia memprediksi lonjakan pembeli kue kering biasanya terjadi 10 hari menjelang Natal.
Toko-toko akan dipadati pelanggan sejak pagi hingga sore, dengan list pesanan didominasi kue-kue klasik dan favorit, seperti:
-
Putri Salju
-
Nastar
-
Melinjo Manis dan Pedas
Menurut Tuti, harga berbagai jenis kue kering saat ini berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Peluang Emas Bisnis Akhir Tahun
Prospek bisnis UMKM makanan pada akhir tahun ini dinilai semakin positif berkat kenaikan signifikan dalam permintaan masyarakat. Kenaikan tren konsumsi makanan dan camilan menjelang Natal 2025 ini membuka peluang bisnis yang besar bagi pelaku usaha rumahan.
Tuti menambahkan, banyak UMKM mampu berkembang pesat bahkan hanya dengan modal di bawah satu juta rupiah, asalkan mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.(ARKA)
“Dengan perencanaan produksi yang tepat serta strategi pemasaran yang lebih kreatif, para pelaku UMKM dapat meraih keuntungan maksimal. Momentum perayaan Natal menjadi kesempatan emas bagi usaha makanan lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing,” tutupnya.
