KALTENG PALANGKA RAYA

Sinergi “Tiga Pilar”: OJK, BI, dan MUI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Kalteng

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, Dalam upaya mendorong percepatan ekonomi syariah di Bumi Tambun Bungai, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui kolaborasi edukasi kreatif bertajuk Podcast Huma Itah, Kamis 26/2/2026

​Diskusi yang digelar di Kantor OJK Kalteng ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan strategi pengembangan keuangan syariah yang inklusif, aman, dan berlandaskan prinsip kemaslahatan umat.

Dimana pertumbuhan positif Keuangan Syariah 2025. ​Data menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem syariah terus melonjak secara nasional:
Indeks Literasi Syariah mencapai 66,46%.
​Indeks Inklusi Syariah, menyentuh angka 80,51%. Total Aset Industri Keuangan Syariah tembus Rp2.972,9 triliun (per Juni 2025).

​Dalam podcast tersebut, instansi ketiga mengungkap peran krusial mereka masing-masing:

OJK Kalteng, fokus utama startegi memperkuat gerak syariah, mengoptimalkan TPKAD, serta memastikan seluruh produk fintech syariah aman melalui mekanisme relegotory sandbox.
Bank Indonesia fokus pada pengembangan industri halal, digitalisasi sistem pembayaran syariah serta promosi produk pelaku usaha halal.
Sementara MUI sebagai penjaga fatwa, memberikan panduan normatif, edukasi moral dan pengawasan agar praktik ekonomi tetap selaras dengan syariat Islam demi kemaslahatan.

​”OJK berkomitmen memastikan setiap produk keuangan syariah telah berizin dan sesuai fatwa DSN-MUI. Kami ingin mendorong pertumbuhan yang inklusif melalui business match yang terarah bagi UMKM,” ujar Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Provinsi Kalteng.

​”Kami berperan menjembatani kolaborasi antara sektor keuangan dan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi daerah,” tambah Adhi Nugroho, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng.

​Nilai syariah harus jadi landasan kebijakan. Ulama tidak hanya memberi fatwa, tapi juga mengedukasi masyarakat agar melakukan praktik ekonomi sehat dan inklusif, tegas Khairil Anwar, Ketua MUI Provinsi Kalteng.

Melalui edukasi publik seperti Podcast Huma Itah, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah tidak hanya sekedar tahu, tetapi juga aktif, kritis, dan bijak dalam memilih layanan keuangan yang legal dan sesuai prinsip syariah. Sinergi ini bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat. (4n5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *