WWW.ARUS KAHAYAN. COM
Banjar Baru – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Pengawasan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Rakor dipimpin oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, serta turut hadir dalam Rakor tersebut Ketua DPRD Prov Kalsel DR. HC. H. Supian HK., S.H., M.H., Kapolda Kalsel Irjend Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K, S.H., M.H., Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., Kabinda Prov. Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, S.I.K., M.H., Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., Kepala BPBD Prov.Kalsel Ronny Eka Saputra, S.STP., Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan Hj. Muliana Yuniar, Kepala BMKG Prov. Kalsel diwakili Kapogja Fungsional PMG Madya Stasiun Klimatologi Kalsel Khairullah, S.P., M.Si., Para PJU Polda Kalsel serta SKPD Prov. Kalsel.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan bahwa jajaran TNI telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau. Personel dari Kodim dan satuan batalyon telah disiagakan, termasuk dukungan kendaraan pemadam kebakaran yang siap digerakkan sewaktu-waktu.
“Kami telah menyiapkan Satgas dari Kodim dan batalyon untuk siaga menghadapi potensi karhutla. Dukungan kendaraan pemadam kebakaran juga telah disiapkan guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan,” ujar Pangdam.
Menurutnya, meskipun wilayah Kalimantan Tengah saat ini masih rutin diguyur hujan, kewaspadaan seluruh personel harus tetap terjaga. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan agar tidak terjadi pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan titik api dan kebakaran dalam skala luas.
Selain membahas kesiapsiagaan karhutla, rapat juga mengevaluasi kondisi distribusi BBM di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pangdam menegaskan bahwa informasi mengenai kelangkaan BBM di Kalimantan Tengah yang sempat beredar di masyarakat tidak benar.
Ia menjelaskan bahwa pasokan BBM di Kalimantan Tengah tetap aman dan terkendali karena mendapat dukungan suplai dari Kalimantan Selatan. Melalui sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat, kondisi yang sempat menimbulkan kekhawatiran dapat kembali normal dalam waktu singkat.
“TNI bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun penyimpanan BBM secara ilegal, baik di SPBU maupun di lokasi lainnya. Ketersediaan BBM di Kalimantan Tengah saat ini aman dan terkendali,” tegasnya.
Rakor juga membahas struktur organisasi dan susunan personel Satgas Penanggulangan Karhutla, pembagian tugas serta fungsi masing-masing instansi, dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta Manggala Agni.
Di sektor energi, peserta rapat sepakat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran, sekaligus mencegah terjadinya penimbunan, penyalahgunaan, dan distribusi ilegal yang dapat merugikan masyarakat.
Melalui rakor tersebut, diharapkan sinergi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menghadapi ancaman karhutla serta menjaga stabilitas distribusi BBM di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (Tim)
