WWW.ARUS KAHAYAN. COM,
Momen Ramadan kali ini menjadi sangat istimewa bagi keluarga besar Rimbawan. Di bawah naungan tema “Mempererat Silaturahmi dan Raih Berkah Ilahi”, acara buka puasa bersama yang digelar bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajang penguat ikatan batin antar insan kehutanan.
Kepala Dinas Kehutanan, Agustan Saining, dalam sambutannya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh pihak. Beliau menekankan bahwa kehadiran kawan-kawan rimbawan adalah energi positif bagi instansi.

”Ini adalah momen kebahagiaan di Jumat berkah. Kita berkumpul layaknya di taman-taman surga, membicarakan kebaikan di bulan yang penuh ampunan ini,” ungkapnya Jumat 6/3/2026.
Beliau juga menyelipkan doa tulus agar melalui silaturahmi ini, mereka yang sedang sakit disehatkan, dan mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi dilapangkan rezekinya.
Sementara mutiara hikmah dari Ustadz Syaifullah sahlan, membahas bertepatan dengan hari ke-17 Ramadan yang sakral (Nuzulul Quran), Ustadz Syaifullah sahlan memberikan “kisi-kisi” langit melalui hadis tentang empat golongan manusia yang dirindukan surga:
Pecinta Al-Qur’an mengingat sejarah turunnya Wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) di Mekkah, beliau mengingatkan bahwa satu huruf Al-Qur’an dilipatgandakan 10 kebaikan. Jangan sampai Al-Qur’an hanya menjadi pajangan di rumah.
Penjaga lisan, di era digital, menjaga lisan juga berarti menjaga jari dari gadget yang berpotensi menyakiti hati orang lain. Targetnya adalah menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.
Pemberi makan orang kapar, sifat gemar berbagi, baik kepada sesama manusia maupun kasih sayang kepada hewan. Makan bersamanya pejabat dan masyarakat dalam satu meja adalah bentuk silaturahmi yang luar biasa.
Orang yang berpuasa Ramadan mereka yang rela menahan lapar, haus, dan hawa nafsu demi Allah. Allah sendiri yang akan membalas pahala mereka secara langsung.

Ustadz menekankan bahwa jika ingin dipanjangkan umur dan ditambah rezekinya, maka sambung lah silaturahmi secara nyata. Pertemuan fisik seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekadar bertegur sapa di grup WhatsApp.
Acara ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa dengan penuh khidmat, membawa harapan agar setiap masalah yang dihadapi para rimbawan segera diangkat oleh Allah SWT. (4n5)
