KALTENG KAPUAS

Senator Habib Said Abdurrahman Soroti Bahaya ‘Menuhankan’ Teknologi

Share:

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, KAPUAS,-  Majelis Pencinta Rasul Al-Wasilah, Desa Maluen, menjadi saksi diskusi hangat mengenai kebangsaan dan tantangan zaman digital. Anggota MPR RI, Habib Said Abdurrahman, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pemuda dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kalimantan Tengah, Jumat (13/03/2026) malam.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini fokus pada penguatan ideologi di tengah arus modernisasi. Dalam paparan utamanya, Habib Said Abdurrahman memberikan sorotan tajam pada implementasi Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang kini berhadapan dengan pergeseran gaya hidup generasi muda.

Teknologi Bukan Segalanya

Habib Said Abdurrahman mengingatkan para pemuda agar tidak terjebak dalam fanatisme tetapi terhadap kemajuan zaman. Ia mengistilahkan fenomena ini sebagai sikap yang “menuhankan” teknologi.

Banyak pemuda saat ini lebih takut kehilangan koneksi internet atau baterai ponsel daripada kehilangan waktu beribadah. Inilah tantangan kita dalam menjaga kemurnian Sila Pertama di era digital,” tegas Senator tersebut di hadapan para peserta.

Menurutnya, Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus menjadi kompas agar kemajuan teknologi tetap membawa manfaat tanpa mengikis nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Hoaks dalam Pandangan Islam

Melengkapi pembahasan tersebut, hadir sebagai pembicara, KH. Fauziannoor, yang mengupas sisi hukum penyebaran informasi di dunia maya. Ia menegaskan bahwa menyebarkan hoaks atau fitnah merupakan perbuatan yang dilarang keras dalam ajaran Islam.

“Dalam Islam, menyebarkan berita bohong atau fitnah adalah dosa besar yang merusak ukhuwah (persaudaraan). Teknologi seharusnya digunakan sebagai wasilah atau sarana dakwah dan kebaikan, bukan untuk memecah belah bangsa dengan hoaks,” jelas KH. Fauziannoor.

Antusiasme

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Basarang ini dihadiri oleh perwakilan pemuda pemudi dan tokoh – tokoh organisasi kemasyarakatan. Diskusi berlangsung interaktif, dimana para peserta diajak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan memperkuat karakter religius sebagai yayasan berbangsa.

Sosialisasi ini diharapkan dapat membekali generasi muda Kalimantan Tengah agar tetap kokoh memegang nilai-nilai luhur Pancasila di tengah gempuran informasi yang mengganggu yang kian masif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *