KALTENG

Mewujudkan Perempuan Barito Utara yang “Sakinah” Melalui SICANTIKS

WWW.ARUS KAHAYAN. COM

​Kota Muara Teweh menjadi saksi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui literasi keuangan.

OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Bank Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar program edukatif bertajuk SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah).

Program ini mengusung visi mulia untuk mewujudkan perempuan yang “Sakinah”—akronim dari Sadar dan Cakap Keuangan Syariah.

​Acara yang berlangsung hangat di Ruang Rapat A Gedung Sekretariat Daerah ini tidak hanya sekadar seremonial, Selasa (14/42026

Kehadiran para ibu dari Bhayangkari dan pelaku UMKM perempuan menunjukkan antusiasme yang besar dalam memahami ekosistem keuangan syariah. Inisiatif ini dirancang khusus untuk membekali perempuan dengan pengetahuan pengelolaan keuangan yang sehat serta pengenalan produk jasa keuangan syariah yang aman dan berkah.

​Urgensi program ini didasarkan pada data hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025. Meski indeks literasi nasional terus merangkak naik ke angka 66,46 persen, literasi keuangan perempuan masih tertinggal sedikit di bawah rata-rata nasional, yakni sebesar 65,58 persen.

Hal ini menjadi alarm bagi pemangku kepentingan untuk terus melakukan pendampingan masif bagi kaum ibu sebagai manajer keuangan rumah tangga.

​Data menunjukkan sebuah ironi yang memprihatinkan: perempuan adalah kelompok yang paling rentan terhadap serangan kejahatan finansial. Di Kalimantan Tengah, tercatat bahwa 68 persen pelapor aktivitas keuangan ilegal merupakan perempuan. Khusus di Kabupaten Barito Utara, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) bahkan mencatat ada 173 laporan penipuan keuangan atau scam yang masuk, menandakan mendesaknya edukasi preventif bagi masyarakat setempat.

​Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa perempuan adalah pilar penting dalam ekonomi keluarga. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan mengubah perempuan menjadi pengambil keputusan yang bijak sekaligus “benteng” pelindung keluarga dari risiko investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang kian marak dengan berbagai modus digital.

​Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Asisten I, Eveready Noor. Beliau mengibaratkan seorang ibu sebagai “Menteri Keuangan” di dalam rumah tangga.

Tugasnya sangat krusial, mulai dari menyusun anggaran harian, merencanakan pendidikan anak, hingga memilih instrumen investasi yang tepat agar masa depan keluarga tetap stabil dan terjamin.

​Namun, tantangan di lapangan tidaklah ringan. Banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan perbankan namun belum sepenuhnya memahami hak, kewajiban, serta risiko yang melekat. Program SICANTIKS hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut, memberikan rasa percaya diri bagi para ibu untuk lebih selektif dan berani menolak tawaran investasi yang legalitasnya tidak jelas.

​Sesi edukasi dalam kegiatan ini dikemas secara interaktif oleh para pakar dari OJK, Bank Indonesia, dan BSI. Peserta diajak mendalami bagaimana mengelola arus kas yang sehat sesuai prinsip syariah. Dengan pemahaman ini, diharapkan para pelaku UMKM perempuan di Barito Utara dapat naik kelas dan terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif.

​Tak hanya berhenti pada teori, SICANTIKS juga mengedepankan aspek inklusi yang nyata. Di lokasi acara, disediakan fasilitas pembukaan rekening syariah secara langsung.

Hal ini memungkinkan para peserta untuk segera mempraktikkan ilmu yang didapat, mengubah literasi menjadi aksi nyata dengan mulai memanfaatkan produk perbankan syariah yang aman dalam kehidupan sehari-hari.

​Melalui kolaborasi lintas instansi ini, harapan besar digantungkan agar perempuan Barito Utara mampu menjadi agen perubahan.

Dengan bekal pengetahuan yang mumpuni, mereka tidak hanya akan menjadi pengelola keuangan yang cakap, tetapi juga inspirator bagi lingkungan sekitarnya untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, transparan, dan penuh keberkahan di bawah payung ekonomi syariah. (4n5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *