PALANGKA RAYA

Pimpin Upacara Hardiknas, Fairid Sampaikan 5 Pilar Strategis Pembangunan Pendidikan

WWW.ARUS KAHAYAN. COM

 

Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen penuh mendukung transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang sejalan dengan dengan visi Asta Cita Presiden RI serta kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Demikian disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMP Negeri 2 Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026).

Disebutkannya, dalam kerangka sinergi pusat dan daerah, ada lima pilar strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya terkait kebijakan transformasi pembangunan pendidikan.

“Pilar pertama adalah revitalisasi dan digitalisasi. Kita ingin sekolah-sekolah di Palangka Raya memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta mampu memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ucap Fairid.

Kemudian yang kedua lanjut Fairid adalah pemuliaan guru. Guru adalah agen peradaban. Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung penuh program beasiswa bagi guru yang belum S1 serta peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan yang tepat waktu. Guru yang tenang secara ekonomi akan lebih fokus dalam mendidik dengan hati.

“Pilar ketiga yakni penguatan karakter dan budaya ASRI. Saya instruksikan agar seluruh sekolah di kota ini menerapkan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kita ingin sekolah menjadi rumah kedua. Tidak boleh ada tempat bagi perundungan (bullying) dan kekerasan di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus menjadi fondasi lahirnya generasi yang kuat fisiknya dan mulia akhlaknya,” tegasnya.

Untuk pilar keempat jelas Fairid yaitu akselerasi literasi, numerasi, dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). “Kita harus berani berkompetisi. Melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan penguatan sains-teknologi, kita siapkan pelajar Palangka Raya agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sedangkan untuk pilar kelima kata Fairid adalah pendidikan inklusif dan berkeadilan. Fairid menekankan bahwa tidak boleh ada anak di Palangka Raya yang putus sekolah karena kendala biaya atau jarak.

“Pemerintah Kota terus memperluas layanan pendidikan dan sekolah terbuka, bahkan bagi anak berkebutuhan khusus. Tujuannya agar setiap anak mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa memandang latar belakangnya,” tegasnya.

Fairid juga mengingatkan bahwa sehebat apa pun kurikulum dan secanggih apa pun teknologi, pendidikan tidak akan berubah tanpa 3M yakni Mindset (Pola pikir) yang maju, Mental yang kuat dan pantang menyerah serta Misi yang lurus untuk mengabdi pada bangsa. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *