WWW.ARUSKAHAYAN.COM, LAMANDAU – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi ajang refleksi kritis bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Lamandau. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lamandau secara khusus menyoroti masih rendahnya angka penduduk yang mengenyam pendidikan tinggi di daerah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, potret pendidikan masyarakat Lamandau masih didominasi oleh lulusan tingkat dasar. Dari total populasi pendidikan sebanyak 78.223 orang, warga dengan pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) menempati urutan tertinggi yakni 30.342 orang atau sekitar 38,79%.
Angka ini terpaut cukup jauh dengan lulusan Perguruan Tinggi yang hanya berjumlah 9.443 orang atau 12,07%. Sementara itu, tingkat SMA tercatat sebanyak 23.681 orang (30,28%) dan SMP sebanyak 14.757 orang (18,86%).
Sekretaris Cabang GMNI Lamandau, Ikhsan Reza Pahlepi, menyatakan bahwa kondisi ini linear dengan tantangan di dunia kerja. Menilik data Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), terdapat korelasi kuat antara jenjang pendidikan dengan peluang kerja.
”Data menunjukkan bahwa penduduk dengan pendidikan Perguruan Tinggi memiliki TPAK tertinggi mencapai 94,84%. Artinya, hampir seluruh lulusan sarjana di Lamandau terserap dalam aktivitas ekonomi. Sebaliknya, lulusan SD memiliki TPAK 65,33%,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, tingginya angka angkatan kerja di level pendidikan rendah menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Lamandau masih perlu diperluas agar masyarakat memiliki daya saing yang lebih baik.
Dorong Pemanfaatan Fasilitas Lokal
Ikhsan mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat pemerataan pendidikan, mulai dari pembangunan fasilitas hingga perluasan akses informasi beasiswa. Ia menekankan bahwa generasi muda Lamandau kini memiliki pilihan untuk kuliah tanpa harus meninggalkan daerah.
”Kehadiran Politeknik Lamandau harus menjadi pilihan utama bagi lulusan SMA untuk melanjutkan studi. Selain itu, bagi masyarakat yang sudah bekerja namun ingin meningkatkan kualifikasinya, Universitas Terbuka hadir dengan sistem pembelajaran yang sangat fleksibel,” tambahnya.
GMNI berharap melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, peningkatan SDM menjadi prioritas utama selain pembangunan fisik. Dengan pola pikir yang lebih terbuka dan pendidikan yang mumpuni, masyarakat Lamandau diharapkan mampu bersaing di masa depan.
Terkait permintaan Anda, saya juga telah menyiapkan dokumen berita dalam format PDF yang lebih rapi dan profesional untuk kebutuhan arsip atau publikasi. (17UL)
