WWW.ARUSKAHAYAN.COM, TAMIANG LAYANG,- Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Barito Timur (Bartim) mulai memanas. Anggota DPRD Barito Timur yang juga mantan birokrat senior, Trikorianto, S.P., M.M., menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa calon Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Barito Timur periode mendatang.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai upaya penyegaran organisasi dan penguatan mesin partai menuju kontestasi politik yang lebih besar. Trikorianto, yang dikenal memiliki rekam jejak kuat sebagai mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, membawa visi besar: melipatgandakan perolehan kursi PKB di legislatif.
Misi “Double Seat”: Dari 3 Menjadi 6 Kursi
Dalam pernyataannya, Trikorianto menegaskan bahwa target utama kepemimpinannya nanti adalah meningkatkan raihan kursi DPRD Barito Timur secara signifikan.
”Saat ini PKB memiliki 3 kursi di DPRD Bartim. Ke depan, dengan kerja keras dan konsolidasi yang solid hingga ke tingkat akar rumput, kita optimis bisa menambah 3 kursi lagi menjadi total 6 kursi pada Pemilu 2029,” ujar Trikorianto saat ditemui awak media di Tamiang Layang.
Analisis Politik: Peluang dan Strategi di Bumi Jari Janang Kalalawah
Secara geopolitik, Kabupaten Barito Timur merupakan wilayah dengan persaingan partai yang cukup kompetitif. Berikut adalah analisis peluang PKB di bawah kepemimpinan potensial Trikorianto:
1. Kekuatan Tokoh Lokal dan Basis Birokrasi
Latar belakang Trikorianto sebagai mantan Kepala Dinas memberinya keunggulan dalam memahami jaringan birokrasi dan kedekatan dengan masyarakat agraris di Bartim. Ini merupakan modal kuat untuk menggaet pemilih di wilayah perdesaan yang menjadi basis ekonomi utama kabupaten tersebut.
2. Penetrasi Dapil Strategis
Saat ini, PKB mendistribusikan kekuatannya di tiga Daerah Pemilihan (Dapil). Untuk mencapai target 6 kursi, PKB harus mampu mengamankan minimal 2 kursi di setiap Dapil.
- Dapil 1: Fokus pada pemilih perkotaan dan sektor jasa.
- Dapil 2 dan 3: Fokus pada penguatan sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat adat/lokal.
3. Konsolidasi Struktur dan Kaderisasi
Penambahan kursi memerlukan mesin partai yang tidak hanya bekerja saat musim kampanye. Analisis politik menunjukkan bahwa pemilih di Bartim cenderung melihat “sentuhan personal” dan kehadiran nyata kader di tengah masyarakat. Trikorianto diprediksi akan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa (DPRt) untuk menjaga stabilitas suara.
4. Narasi Pembangunan SDM
Selaras dengan pernyataan beliau sebelumnya, fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi jualan politik yang kuat. Di tengah tantangan ekonomi global, pemilih membutuhkan kepastian mengenai peningkatan kesejahteraan yang dimulai dari peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Harapan Baru Kader
Dukungan dari kader-kader muda PKB pun mulai bermunculan. Mereka berharap sosok Trikorianto dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional partai dengan gaya politik modern yang lebih inklusif dan progresif.
Jika terpilih, kepemimpinan Trikorianto akan menjadi ujian sekaligus peluang besar bagi PKB untuk bertransformasi menjadi kekuatan dominan di Kabupaten Barito Timur, sekaligus menantang dominasi partai-partai besar lainnya dalam perebutan kursi pimpinan dewan di masa depan.
