WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Eskalasi ketegangan di internal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Palangkaraya mencapai titik puncaknya. Pada Selasa malam, 12 Mei 2026, pukul 20.00 WIB , belasan kader dan anggota yang tergabung dalam Gerakan Penyelamat Organisasi resmi menyegel kantor sekretariat PC PMII Kota Palangkaraya.
Aksi penggerudukan ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan mendalam terhadap berbagai kebijakan Pengurus Cabang (PC) yang dinilai telah meleceng jauh dari khitah organisasi, terutama pasca-pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) II yang baru saja usai.
Tudingan Pelanggaran Konstitusi Organisasi
Koordinator Aksi, Said Alwy , menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena pengurus cabang dianggap sengaja mengabaikan Peraturan Organisasi (PO) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMII.
”Kami ini kader PMII, tapi kok diperlakukan seperti ini? Pengurus PC PMII Palangkaraya harus sadar bahwa mereka sudah menabrak-nabrak aturan. Ini bukan lagi soal perbedaan pendapat, tapi soal prinsip organisasi,” ujar Alwy dengan nada tegas di lokasi aksi.
Menurutnya, klimaks dari kemarahan kader adalah adanya dugaan manipulasi penerimaan peserta PKD II. Pihak PC yang dituding meluluskan peserta yang secara teknis tidak memenuhi syarat penerimaan dengan dalil “kemaslahatan” .
Poin -Poin Utama Kekecewaan Kader:
- Pelanggaran PO dan AD/ART: Kebijakan yang dianggap sebagai penghinaan terhadap gerakan dan merusak marwah kehormatan PMII.
- Pencatutan Nama Senior: PC PMII diduga mencatut nama beberapa alumni senior dan pengurus PKC PMII Kalteng untuk melegitimasi kebijakan yang cacat prosedur.
- Kualitas Kaderisasi: Meloloskan peserta PKD II yang tidak memenuhi syarat dianggap mencederai integritas proses kaderisasi formal.
Ancam Gerakan Berlanjut
Sekitar 15 kader dan anggota yang ikut dalam aksi penerimaan tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Gerakan Penyelamat Organisasi menuntut adanya perbaikan struktural dan kembalinya supremasi aturan dalam tubuh organisasi.
”Penyegelan ini merupakan simbol bahwa organisasi sedang tidak baik-baik saja. Kami akan terus bergerak selama tidak ada niat baik untuk perbaikan dan penegakan aturan organisasi yang sebenar-benarnya,” tambah Said.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ketua Cabang maupun pengurus harian PC PMII Kota Palangkaraya terkait aksi penerimaan tersebut. Suasana di sekitar kantor sekretariat masih tampak dijaga oleh sejumlah kader yang bertahan.
