KALTENG LEGESLATIF

Kesejahteraan Guru Pelosok Kalteng Jadi Sorotan, Habib Sayyid Rasyid Desak Pemda Penuhi Hak Pengajar di Daerah Terpencil

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA, – Pemerataan lembaga pendidikan hingga ke pelosok wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai sebagai langkah progresif yang patut diapresiasi. Kendati demikian, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, khususnya pemenuhan hak-hak dasar bagi para tenaga pendidik yang bertugas di daerah terpencil.

​Pernyataan tegas ini disampaikan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Habib Sayyid Rasyid. Menurutnya, kehadiran sekolah hingga ke pelosok tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya jaminan kesejahteraan dan fasilitas yang layak bagi para guru.

​”Adanya lembaga pendidikan yang merata sampai ke pelosok Kalteng sangat baik. Namun, juga wajib ada ketersediaan tenaga pendidiknya. Jika tenaga pendidiknya ada, maka perhatian kepada mereka berupa rumah dinas, tunjangan kinerja, serta kesejahteraan seorang guru wajib dipenuhi sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada pahlawan tanpa tanda jasa ini,” ujar Habib Sayyid Rasyid dalam keterangannya, Sabtu (31/10).

​Sayangkan Keterlambatan Pembayaran Tunjangan Kinerja

​Dalam kesempatan yang sama, Habib Sayyid Rasyid juga menyoroti berbagai persoalan krusial yang kerap mendera dunia pendidikan di wilayah pedalaman. Ia mengaku sangat menyayangkan masih adanya pemberitaan terkait keterlambatan pembayaran tunjangan kinerja daerah (tukin) yang menjadi hak mutlak para guru.

​Terlebih lagi, keterlambatan tersebut dirasakan oleh para pendidik yang bertugas di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten. Kondisi ini dinilai memperberat beban hidup para guru yang berjuang di garda terdepan pendidikan daerah.

​”Kami sangat menyayangkan berita-berita tentang terlambat bayar tunjangan kinerja daerah yang menjadi hak guru-guru, apalagi mereka berdomisili jauh dari ibu kota kabupaten,” tegasnya.

​Krisis Guru di Pelosok Akibat Minimnya Fasilitas

​Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan, Habib Sayyid Rasyid mengungkapkan bahwa banyak sekolah di pelosok Kalteng saat ini mengalami krisis tenaga pendidik. Fenomena ini bukan tanpa sebab, melainkan dipicu oleh berbagai kendala struktural dan geografis yang pelik.

​Beberapa faktor utama yang membuat para tenaga pendidik enggan atau menghindari penempatan di pelosok antara lain:

  • ​Tingginya Biaya Hidup & Hunian: Sarana tempat tinggal atau rumah sewa bagi guru kontrak yang dinilai terlalu mahal.
  • ​Aksesibilitas yang Sulit: Jarak tempuh perjalanan yang jauh dan berat menuju lokasi sekolah.
  • ​Keterbatasan Infrastruktur: Akses komunikasi yang terbatas serta minimnya fasilitas pendukung lainnya di daerah pedalaman.

​Kondisi-kondisi tersebut, lanjut legislator PKB ini, menciptakan ketimpangan kualitas dan kuantitas pengajar antara perkotaan dan perdesaan. Ia mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah konkrit, mulai dari penyediaan rumah dinas guru di setiap kompleks sekolah pelosok, kepastian pencairan tunjangan tanpa penundaan, hingga perbaikan aksesibilitas komunikasi.

​Langkah-langkah tersebut dinilai mutlak dilakukan agar para guru dapat mengajar dengan tenang, fokus, dan merasa dihargai atas pengabdian mereka mencerdaskan anak bangsa di Bumi Tambun Bungai.545

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *