WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA – Rencana kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (10/9) mendatang disambut hangat oleh jajaran wakil rakyat di daerah. Kendati demikian, kedatangan RI 2 tersebut diharapkan bukan sekadar seremonial belaka.
Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Arton S. Dohong, menegaskan bahwa Pemprov dan tim gabungan di lapangan sudah memeras keringat untuk memadamkan amukan si jago merah. Namun, keterbatasan sumber daya daerah membuat intervensi langsung dari pemerintah pusat menjadi hal yang sangat mendesak.
“Pada intinya, penanganan Karhutla ini juga menjadi tanggung jawab pusat terhadap daerah. Tentu kita sangat mengapresiasi dan menyambut baik kedatangan Bapak Wapres,” ungkap Arton, Rabu (9/9/2026).
Politikus kawakan ini berharap kunker Gibran bisa menjadi ajang “cek ombak” realitas lapangan yang sebenarnya. Pusat diminta tidak hanya berpangku tangan atau sekadar memotret situasi, melainkan membawa modal dan solusi strategis untuk mem-back up daerah secara penuh.
Akses Ekstrem & Petugas Mati Kutu
Bukan tanpa alasan Arton bersuara vokal. Ia membeberkan medan tempur yang dihadapi tim pemadam di lapangan benar-benar ekstrem. Mayoritas kawasan gambut yang terbakar berada di area terisolasi yang nyaris mustahil ditembus jalur darat.
Bahkan, jika petugas berhasil menerobos hutan, tantangan belum selesai. Ketiadaan sumber air di sekitar titik api sering kali membuat pasukan pemadam “mati kutu”.
Kebutuhan Mendesak Tim Pemadam Kalteng:
-
Armada Khusus: Pengerahan alat berat seperti ekskavator untuk membuka jalur dan membuat sekat bakar.
-
Intervensi Teknologi: Operasi masif pesawat water bombing (pembom air) untuk menjangkau titik api yang tak tersentuh jalur darat.
-
Dukungan Logistik & Sarpras: Suplai peralatan modern berskala besar dari pusat.
Atensi Serius untuk Bencana Tahunan
Menutup pernyataannya, Arton berharap kunker Wapres Gibran menjadi momentum penting yang membuka mata pemerintah pusat atas gentingnya krisis Karhutla yang saban tahun membayangi warga Kalteng.
“Catatan pentingnya, pemerintah pusat jangan sekadar berkunjung dan meninjau saja. Harus ada wujud support dan dukungan nyata untuk daerah dalam menghadapi bencana tahunan ini. Entah dengan pengerahan teknologi mutakhir apa pun, yang jelas bencana Karhutla ini harus betul-betul bisa teratasi oleh kehadiran pemerintah,” pungkasnya tegas.
