WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Pengurus Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) Kalimantan Tengah sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama dan Bela Negara pada Minggu (28/12/2025).
Acara yang dipusatkan di Aula Magister Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kota Palangkaraya.

Fokus pada Persatuan dan Kerukunan
Kegiatan dimulai tepat pukul 08.20 WIB. Dalam sambutannya, Ketua PW PMMBN Kalteng, Desy Nur Hikmah, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak universitas Muhammadiyah Palangkaraya atas dukungan fasilitas dan tempat. Kehadiran pihak kampus diwakili oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Hj. Hunainah, Lc., MA.
Desy menegaskan bahwa pemahaman mengenai moderasi beragama harus diletakkan pada porsi yang tepat agar tidak terjadi salah kaprah di tengah masyarakat.

“Moderasi beragama bukan untuk mempertegas perbedaan atau membahas masalah keimanan, namun lebih fokus kepada persatuan dan kerukunan umat beragama,” ujar Desy dalam pidato pembukaannya.
Generasi Z Sebagai Duta Penyejuk di Era Digital
Hadir sebagai narasumber utama, Pembina PW PMMBN Kalteng, Muhammad Tri Ramdhani, M.Pd.I, membakar semangat para peserta. Ia menyebut bahwa peran pemuda sangat krusial di tengah arus informasi yang begitu cepat.
“Ini adalah panggung kalian wahai Generasi Z. Yang muda lah yang harus mengambil peran sebagai duta-duta penyejuk umat beragama di era digitalisasi ini,” ungkap Tri Ramdhani.
Senada dengan hal tersebut, narasumber kedua, Fikri Haykal, ME, menyoroti sisi keamanan dan kebijaksanaan dalam berinternet. Ia mengingatkan mahasiswa untuk waspada terhadap konten-konten provokatif.

“Kebijaksanaan kaum muda dalam penggunaan gadget dan perilaku di media sosial sangat penting. Banyak kasus radikalisasi berawal dari keingintahuan tanpa pondasi (pemahaman) yang kuat,” tegas Fikri.
Penutup dan Penyerahan Sertifikat
Selain para narasumber, kegiatan ini juga menghadirkan Sasongko Yuwono yang bertindak sebagai pemantik diskusi, sehingga suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para narasumber dan perwakilan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa di Palangkaraya mampu menjadi pionir dalam menjaga keutuhan NKRI dan toleransi beragama.
