WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA,- Antrean panjang kendaraan terpantau di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Kekurangan pasokan BBM jenis Pertamax memicu kekhawatiran warga, namun PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan telah mengambil langkah pemulihan cepat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada keterlambatan kedatangan kapal suplai Pertamax di Fuel Terminal (FT) Pulang Pisau—titik suplai utama Palangka Raya—akibat kendala cuaca ekstrem. Situasi ini diperparah dengan lonjakan peningkatan konsumsi Pertamax di masyarakat.
Aksi Cepat Tanggap Pertamina: Suplai Dipercepat dari Terminal Lain!
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan langsung merespons situasi ini dengan tindakan terukur dan terencana untuk menormalkan kembali kondisi suplai.
“Kami langsung melakukan penyesuaian dan langkah percepatan pemenuhan pasokan dari titik suplai utama. Termasuk melakukan antisipasi perbantuan suplai Pertamax dari terminal BBM lainnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat Palangka Raya dapat terpenuhi,” ungkap Edi Mangun, Senin (24/11/2025).
-
Konsumsi Harian: Penyaluran harian Pertamax di Palangka Raya rata-rata berada di angka 112 Kiloliter (KL) per hari selama November 2025.
-
Koordinasi Aktif: Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya yang baru saja menggelar rapat pembahasan ketersediaan dan distribusi BBM.
Hoaks Etanol dan Isu Kuota: Pertamina Beri Klarifikasi Tegas!
Di tengah antrean, beredar pula isu-isu miring di masyarakat yang dikhawatirkan dapat memicu kepanikan. Edi Mangun memberikan dua klarifikasi penting:
1. Bukan Masalah Kuota BBM
Edi memastikan bahwa antrean Pertamax tidak terkait dengan isu kuota BBM subsidi.
“Kuota untuk jenis BBM tertentu dan penugasan atau subsidi di wilayah Palangka Raya diproyeksikan mencukupi hingga akhir tahun. Sementara untuk produk non-subsidi [Pertamax] tidak ada kuota, namun disesuaikan dengan permintaan dan pasokan,” jelasnya.
2. Isu Etanol Merusak Mesin adalah Hoaks!
Pertamina dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa BBM mengandung etanol dapat merusak mesin.
“Isu yang beredar itu tidak benar (hoaks). Penggunaan etanol sebagai campuran dalam BBM merupakan upaya Pemerintah untuk menggunakan energi bersih dan mendorong kemandirian energi. Kebijakan ini akan diimplementasikan bertahap,” tegas Edi.
Pertamina meyakinkan bahwa seluruh produk BBM, termasuk Pertalite, telah melalui pemeriksaan ketat dan memenuhi spesifikasi sesuai ketentuan Pemerintah.
Tim operasional di lapangan telah dimaksimalkan untuk mempercepat proses pemulihan suplai dan memastikan kualitas serta keamanan produk BBM di seluruh SPBU Palangka Raya terjamin bagi masyarakat..
Sementara itu Sasongko Yuwono Sekretaris DPW. Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Tengah, mengatakan,” Bukan hanya di Kota Palangkaraya saja terjadi kekosongan dan antrian, bahkan di daerah Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur kelangkaan serta antrian mengakibatkan harga eceran pertalite per liternya tembus di harga Rp. 20.000,- , dan pertanggal 24 nopember turun ke angka 17.000,- / liternya itu pertalite kalau pertamax ya tambah mahal lagi”. Ditambahkannya,” Pertamina melalui rekanan wajib melakukan antisipasi yang tepat agar masyarakat tetap tenang, jika ada issue yang menyudutkan itu hal wajar karena pertamina bukan perusahaan yang usianya 1 atau 2 tahun namun selalu jelang hari besar , jelang Nataru selalu BBM kosong tau taunya jam 00.00 WIB ditahun Baru Naik diam – diam seperti hantu yang menakutkan, tapi diterpa issue cepat mengelak”.
#Pertamina #BBM #Pertamax #PalangkaRaya #Kalteng #SuplaiBBM #Hoaks
