KALTENG PALANGKA RAYA SUARA RAKYAT

KABUT ASAP KEMBALI KEPUNG KALTENG: WARGA JADI KORBAN, PMII DAN RAKYAT DESAK PERTANGGUNGJAWABAN KEPALA DAERAH

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA, –  Musim kemarau kembali membawa bencana tahunan bagi Provinsi Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung teratasi memicu kabut asap tebal hingga melonjaknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) ke tingkat berbahaya. Angka ISPU yang menembus 313 menunjukkan bahwa krisis udara bersih di Kalteng sudah berada pada tahap darurat yang mengancam keselamatan warga.

​Sorotan tajam datang dari masyarakat bawah yang merasakan langsung dampak buruk polusi udara ini. Sasongko, seorang warga lokal, menyampaikan kekecewaannya atas lambatnya respons pemerintah daerah.

​”Angka ISPU tidak semata-mata langsung melonjak jadi 313 tanpa ada pembiaran. Saat ancaman asap di depan mata, kepala daerah justru terlihat asyik dengan agenda-agenda lain yang tidak penting sampai akhirnya krisis ini terjadi lagi,” ujar Sasongko.

 

​Kritik keras juga disuarakan oleh kalangan mahasiswa. Di sela-sela kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL), Ketua PKC PMII Kalteng, Fikri Haikal, menilai bencana yang terus berulang ini merupakan bukti gagalnya perencanaan pencegahan yang komprehensif dari pemerintah daerah.

​Catatan Kritis PMII Kalteng

​dynamic-list

  • Tidak Ada Program Berkelanjutan: Antisipasi karhutla dinilai hanya bersifat pemadam kebakaran (reactive) tanpa ada strategi pencegahan jangka panjang yang konkrit.
  • Mangkraknya Prioritas Pembangunan: Anggaran dan fokus pemerintah daerah justru terserap ke proyek-proyek yang tidak jelas manfaatnya bagi publik.
  • Pemberian Sinyal Darurat 5 Daerah: Pemimpin daerah di Kota Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas didesak segera turun tangan dan mengerahkan seluruh sumber daya sebagai bentuk tanggung jawab serta permohonan maaf kepada masyarakat.

​Fikri Haikal menegaskan agar pemerintah daerah tidak mengorbankan sektor kesehatan di tengah krisis udara buruk ini.

​”Fasilitas kesehatan wajib ditingkatkan dan dipermudah aksinya untuk warga yang terpapar ISPA. Jangan sampai atas nama efisiensi anggaran, kesehatan dan keselamatan rakyat malah dipertaruhkan,” tegas Fikri.

 

​Kini masyarakat menunggu langkah nyata dan aksi cepat dari para kepala daerah di Kalimantan Tengah untuk menanggulangi karhutla, memulihkan kualitas udara, serta memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *