WWW.ARUSKAHAYAN.COM, KAPUAS,- Ratusan ibu-ibu petani di Desa Basarang dan sekitarnya tampak antusias memadati jalannya kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar oleh Anggota MPR RI Dapil Kalimantan Tengah, Habib Said Abdurrahman. Kegiatan yang mengusung tema “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan” ini dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026) mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Kehadiran legislator asal Kalteng ini memang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat, khususnya para petani sayur-mayur yang selama ini menjerit akibat kesulitan mendapatkan pupuk dan bibit berkualitas.
Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Dalam sambutannya, Habib Said Abdurrahman menegaskan bahwa Pemerintah Pusat sebenarnya telah merancang program pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan secara matang. Program tersebut dirancang dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi, percepatan pertumbuhan, pemerataan pembangunan, serta ketersediaan resources (sumber daya) bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa efektivitas program tersebut sangat bergantung pada keaktifan pemerintah daerah.
”Pemerintah Pusat sudah menyiapkan programnya, namun sekarang tergantung bagaimana Pemerintah Daerah menyikapi dan menjemput bola dari banyaknya program-program yang ada di pusat tersebut agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Habib Said.
Jeritan Petani Kecil: Butuh Bibit, Pupuk, dan Kapur Pertanian
Sesi dialog berlangsung hangat dan penuh haru saat perwakilan ibu-ibu petani menyampaikan keluh kesah mereka demi menyambung hidup.
- Ibu Isna, salah satu warga yang hadir, menyampaikan permohonan langsung terkait bantuan pengadaan bibit sayur-mayur. “Kami meminta bantuan pengadaan bibit sayur-mayur agar petani kecil macam kami bisa terus beraktivitas dan bertahan hidup,” tuturnya.
- Ibu Soraya, petani lainnya, juga menyuarakan hal senada. Tidak hanya bibit sayur, ia berharap ada bantuan bibit ikan patin, pupuk, serta kapur pertanian untuk mengolah tanah dan kolam. “Di tempat kami tanahnya asam dan pH air juga tinggi. Jadi jika ada bantuan kapur, itu sedikit banyak bisa membuat kami lega dalam mengolah lahan,” keluh Ibu Soraya.
Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Habib Said Abdurrahman menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi ini. Beliau berjanji akan membawa dan menyampaikan langsung seluruh keluhan masyarakat Desa Basarang kepada kementerian-kementerian terkait di Jakarta.
LSBI: Daerah Harus Selaras dan Aktif Mengusulkan
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Sasongko Yuwono selaku Koordinator Lembaga Sandi Borneo Indonesia (LSBI). Dalam paparannya, Sasongko menerangkan bahwa Pemerintah Pusat dengan segala tanggung jawabnya telah menyediakan berbagai program percepatan pembangunan nasional yang memperhitungkan segala kemungkinan risiko lingkungan dan sosial.
Menurut Sasongko, kunci penyelesaian masalah di tingkat bawah ada pada komunikasi birokrasi.
”Pemerintah Pusat saat ini menunggu usulan dari Pemerintah Daerah agar bisa selaras dalam pengentasan masalah-masalah mendasar di daerah. Seperti masalah pengangguran, hingga sulitnya mengembangkan sektor pertanian dan peternakan akibat keterbatasan modal,” jelas Sasongko.
Diakhiri dengan Keceriaan
Meski sempat diwarnai penyampaian aspirasi yang penuh keluh kesah, acara ASMAS ini ditutup dengan suasana yang ceria dan penuh keakraban. Sebelum membubarkan diri, ratusan ibu-ibu petani berkesempatan untuk melakukan sesi foto bersama dengan Habib Said Abdurrahman.
Kemeriahan semakin memuncak saat dilakukan pembagian doorprize menarik dari Habib Said Abdurrahman bagi ibu-ibu yang beruntung, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga ketahanan pangan di Desa Basarang.
