KOTAWARINGIN TIMUR

​Sempat Gegerkan Warga Sampit, Temuan Kerangka di Bawah Jembatan Baamang Ternyata Tulang Kera

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, SAMPIT, — Penemuan seonggok tulang belulang di bawah jembatan Jalan Bumi Raya 1, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat memicu kegaduhan dan dugaan liar di tengah masyarakat. Tulang yang ditemukan pada Senin (8/6/2026) tersebut awalnya dicurigai kuat sebagai kerangka manusia.

​Informasi mengenai temuan ini dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga media sosial, memicu berbagai spekulasi di kalangan warga sekitar.

​Namun, misteri tersebut akhirnya terpecahkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD dr. Murjani Sampit, dipastikan bahwa kerangka tersebut bukanlah tulang manusia, melainkan kerangka satwa yang mengarah pada jenis kera.

​“Bukan tulang manusia itu, tulang kera,” tegas Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur, AKP Sugiharso, Selasa (9/6/2026).

 

​Kronologi Penemuan dan Tindak Lanjut Polisi

​Peristiwa ini bermula ketika warga yang melintas di sekitar jembatan Jalan Bumi Raya 1 dikagetkan dengan adanya tumpukan tulang belulang di area terbuka bawah jembatan. Karena khawatir itu adalah korban tindak kriminal, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kotawaringin Timur.

​Polisi yang bergerak cepat langsung mengevakuasi temuan tersebut ke rumah sakit untuk memastikan identitas medisnya. Langkah cepat ini dinilai penting guna meredam spekulasi dan keresahan yang terlanjur meluas di ruang publik.

​Setelah dipastikan bahwa kerangka tersebut milik satwa, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit.

​Dievakuasi BKSDA untuk Pemeriksaan Lanjutan

​Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan kerangka satwa tersebut dari RSUD dr. Murjani Sampit setelah mendapatkan lampu hijau dari pihak kepolisian.

​“Kami sudah mengambil tengkorak dan tulang belulangnya di rumah sakit, atas persetujuan pihak kepolisian,” ujar Muriansyah.

​Rencananya, tulang belulang ini akan segera dibawa ke kantor BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II di Pangkalan Bun. Tim dokter hewan akan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan fisik secara mendalam.

​Target Pemeriksaan Tim Dokter BKSDA:

  • Identifikasi Jenis: Memastikan secara rinci spesies kera/satwa tersebut.
  • Jenis Kelamin: Menentukan apakah satwa tersebut jantan atau betina.
  • Penyebab Kematian: Mengidentifikasi apakah satwa mati secara alami atau akibat faktor lain (seperti perburuan atau penganiayaan).

​“Nanti dari hasil pemeriksaan akan diketahui jenis satwanya, jantan atau betina, termasuk kemungkinan penyebab kematiannya,” jelas Muriansyah menambahkan.

​Edukasi untuk Masyarakat

​Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar tidak mudah menyebarkan spekulasi atau asumsi liar sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang. Keterlibatan aktif BKSDA diharapkan mampu menguak tabir di balik kematian satwa ini, sekaligus memastikan apakah ada pelanggaran konservasi yang terjadi di wilayah tersebut.

​Warga diimbau untuk tetap tenang dan selalu melaporkan temuan mencurigakan apa pun melalui jalur resmi kepolisian atau instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *