KAPUAS SUARA RAKYAT

​Penuh Kekhusyukan, Majelis Pencinta Rosul Basarang Gelar Pengajian Bulanan dan Haul Syekh Saman Al’Madani

WWW.ARUSKAHAYAN.COM, BASARANG KAPUAS,-  

Majelis Pencinta Rosul (MPR) Km 2, Kecamatan Basarang, menggelar kegiatan Pengajian Rutin Bulanan yang dirangkai dengan peringatan Haul Syekh Saman Al’Madani pada Minggu (24/5/2026).

​Acara yang berlangsung penuh kekhusyukan ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Majelis, Habib Ismail bin Yahya Al Balgaist. Kegiatan keagamaan ini turut dihadiri oleh sejumlah habib, para ustadz, serta ratusan jemaah yang datang untuk memperdalam ilmu agama.

​Suasana majelis terasa begitu hikmat, syahdu, dan menenangkan sejak awal acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan syair maulid serta syair-syair karya Syekh Saman Al’Madani yang dilantunkan merdu dengan iringan grup Hadroh/Habsyi MPR.

Mengenang Manakib Ulama Besar Madinah

​Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pembacaan Manakib atau riwayat hidup dan keutamaan Syekh Saman Al’Madani. Dalam pembacaan tersebut, dijelaskan bahwa beliau merupakan ulama besar, penyair, dan sufi ternama yang lahir di Madinah. Syekh Saman dikenal luas sebagai sosok yang sangat alim, wara’, dan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.

​Semasa hidupnya, Syekh Saman sangat produktif menulis karya-karya besar, mulai dari kitab ilmu tasawuf hingga syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Hingga saat ini, karya-karyanya masih terus menjadi rujukan dan sering dikumandangkan di berbagai majelis taklim di seluruh Nusantara. Beliau juga dikenal hidup dalam kesederhanaan, sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta konsisten berdakwah mengajak umat kembali ke jalan agama dan akhlak mulia.

Pesan Habib Ismail: Pentingnya Taubatan Nashuha dan Bakti kepada Orang Tua

​Dalam sesi tausiyahnya, Habib Ismail bin Yahya Al Balgaist mengetengahkan tema utama mengenai keutamaan berbuat baik terhadap sesama dan pentingnya melakukan Taubatan Nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri.

​”Kita harus senantiasa berbuat baik dan melakukan perbaikan diri. Lakukanlah Taubatan Nashuha, minta ampun dan perbaiki perilaku kita, agar Allah Yang Maha Kuasa mengampuni segala dosa-dosa kita,” ujar Habib Ismail di hadapan ratusan jemaah.

 

​Lebih lanjut, Habib Ismail menekankan beberapa perilaku wajib yang harus dimiliki seseorang sebagai wujud berbuat baik. Salah satunya yang paling utama adalah patuh, hormat, dan berbakti sepenuh hati kepada kedua orang tua kandung. Selain itu, umat Islam juga diwajibkan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, memperkuat kualitas ibadah, serta memperbanyak salawat dan istigfar.

​”Kepatuhan kepada orang tua, menjauhi maksiat, mempertebal ibadah, serta gemar bersalawat dan beristigfar adalah kunci kebaikan dan kemuliaan bagi diri kita di dunia maupun akhirat,” tegasnya.

 

​Secara keseluruhan, kegiatan rutin bulanan ini berjalan dengan lancar dan tertib. Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antar-jemaah, acara ini sukses menjadi momen penting untuk mengenang jejak perjuangan ulama besar sekaligus pemantik semangat umat untuk terus berakhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *