WWW.ARUS KAHAYAN. COM
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian serius. Pemkot bahkan menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memastikan penanganan karhutla dapat berjalan secara optimal.
Ketua Harian Satgas Karhutla Kota Palangka Raya menjelaskan, pada saat Konsiferensi pers Di halaman kantor BPBD kota Palangka Raya memasuki tahap ketiga penanganan karhutla, Wali Kota Palangka Raya bersama unsur DPRD secara cermat melakukan penyesuaian anggaran, termasuk menggeser maupun menambah alokasi BTT. Kamis 24/9/2026
“Seberapapun anggaran yang diperlukan untuk penanganan karhutla, Bapak Wali Kota sudah menyediakan untuk kita semua,” ujarnya.
Ia juga meluruskan anggapan mengenai pengurangan jumlah relawan pada tahap kedua dan ketiga.
Menurutnya, pemerintah tidak pernah bermaksud mengurangi peran relawan Tapi kami Pemkot justru berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk mendapatkan dukungan terhadap relawan yang belum tergabung dalam Satgas penanganan karhutla.

Bagi relawan yang belum mendapatkan dukungan dari provinsi, Wali Kota memerintahkan BPBD melalui Satgas untuk kembali merangkul dan memberdayakan mereka.
“Bencana tidak akan bisa ditangani hanya oleh BPBD maupun TNI-Polri. Karena itu, relawan yang ada tetap kita rangkul,” katanya.
Selain persoalan relawan, Pemkot Palangka Raya juga kembali mengajukan permohonan bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan dampak karhutla. Pengajuan tersebut disampaikan saat kunjungan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB ke Palangka Raya beberapa hari lalu.
Pemkot menegaskan bahwa Palangka Raya telah menetapkan status penanganan karhutla sejak 1 Juli dan meningkatkan status pada 28 Agustus. Pemkot juga menyatakan telah mengajukan permohonan bantuan sejak sebelumnya
Bukan karena kita tidak punya uang, tetapi karena Bapak Presiden sudah menjanjikan bagi daerah terdampak untuk mendapatkan bantuan Presiden,” tegasnya budi.
Pemkot berharap pengajuan tersebut dapat dipenuhi, mengingat sejumlah daerah terdampak di Kalimantan Tengah telah menerima bantuan serupa. (4n5)
