WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA, – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Tengah tancap gas memperkuat mesin partai. Bertempat di Rungan Sari Resort, DPW PKB menggelar agenda strategis bertajuk Pendidikan Instruktur (PI) Kader Loyalis yang berlangsung mulai 15 hingga 17 Februari 2026.Kegiatan ini dilaksanakan 1 hari pasca Pengukuhan Pengurus DPW PKB Kalteng, Orientasi Politik dan Muskerwil.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi partai berlogo bola dunia tersebut untuk mencetak “mentor” tangguh yang akan mengawal ideologi dan loyalitas kader di akar rumput. PKB sadar dan menyadari bahwa sebagai partai papan tengah akan sulit jika tidak memperkuat Pelatih yang melatih petarung petarung potensial PKB.
Sinergi Ketua Tanfizd dan Dewan Syuro
Hadir langsung memutarkan kegiatan, duet nakhoda DPW PKB Kalteng menampilkan kekompakannya. Habib Ismail Bin Yahya sebagai Ketua Dewan Syuro dan Rahmanto Muhidin selaku Ketua Tanfizd menegaskan,” bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci menghadapi tantangan politik masa depan, dan sebagai partai Nasionalis Religius dan Modern PKB lakukan perombakan mendasar sampai ketingkat Ranting”.
Jembatan Aspirasi: Dari Rakyat ke Kebijakan Nyata
Ketua Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP), Sasongko Yuwono , menekankan bahwa Pendidikan Instruktur ini bukan sekedar seremonial, melainkan langkah konkret dalam transformasi partai. Menurutnya, PKB harus adaptif dengan perkembangan zaman agar tetap relevan di hati masyarakat.
“PI adalah langkah konkrit dalam mengembangkan partai. Sejalan dengan perkembangan zaman, PKB wajib mampu menjemahkan keinginan rakyat,” tegas Sasongko.
Ia menambahkan bahwa peran kader bukan hanya di lapangan, tapi juga harus mampu mengawali aspirasi tersebut hingga menjadi produk nyata di pemerintahan.

“Aspirasi rakyat kemudian diproses di Legislatif, baik secara aturan, Undang-Undang, maupun kebijakan anggaran serta pembangunan, untuk kemudian dilaksanakan oleh Eksekutif,” jelasnya.
Kurikulum Standar Nasional dari LKN
Secara teknis, kurikulum pendidikan ini dikelola oleh LKP dengan mendatangkan instruktur elite dari Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN). Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk memastikan standar kompetensi infrastruktur di Kalteng setara dengan tingkat nasional.
Beberapa nama besar yang turun langsung menjadi mentor antara lain:
-
Gus Billy Chossim
-
Mas Hadiqun Nuha
-
Mas Heriadi
Ketiganya memberikan pembekalan intensif mengenai teknik kepemimpinan, strategi politik, hingga cara mengubah kebutuhan publik menjadi agenda kebijakan yang strategis.
Rahmanto menegaskan, “Pengurus DPW yang baru harus berani mengubah orientasi dan cara pikir. Politik hari ini tidak bisa dikelola dengan pola lama yang kaku. Kita dituntut cepat, tepat, dan adaptif terhadap perubahan”.
Ia menekankan bahwa pengalaman masa lalu tidak cukup jika tidak disertai dengan kemampuan belajar dan memperbarui diri.
Rahmanto juga mengingatkan bahwa politik adalah arena yang menuntut peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
“Tidak boleh ada kader yang merasa sudah cukup. Politik tidak memberi ruang bagi mereka yang berhenti belajar. Kita harus terus memperluas wawasan, meningkatkan kualitas diri, dan menyesuaikan cara kerja dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Selain soal perubahan pola pikir, Rahmanto juga menyoroti pentingnya kerja kolaboratif di internal partai maupun dengan elemen masyarakat yang lebih luas. Ia menilai persoalan bangsa tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sektoral.
“Kita harus meninggalkan cara kerja sendiri-sendiri. PKB harus solid dari Propinsi hingga Pelosok Daerah, saling menguatkan, dan mampu membangun sinergi dengan berbagai kekuatan masyarakat. Sekali bergerak, PKB harus bisa menyelesaikan banyak persoalan Daerah sekaligus,” katanya.
