WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKA RAYA – Dugaan kasus gratifikasi yang menyeret nama Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) memicu reaksi keras dari kalangan pemuda. Aliansi Pemuda Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi menyatakan sikap tegas dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Ketua Aliansi Pemuda Kalteng, Muhammad Ridho, meminta Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah menunjukkan profesionalitas dan langkah konkret dalam menangani laporan tersebut. Tidak main-main, pihak aliansi memberikan tenggat waktu yang cukup singkat bagi kepolisian.
Deadline 3×24 Jam untuk Polda Kalteng
Ridho menegaskan bahwa pihaknya memberikan batas waktu 3×24 jam kepada pihak kepolisian untuk menunjukkan progres nyata dalam penanganan kasus ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus komitmen pemuda dalam mengawal penegakan hukum di Bumi Tambun Bungai.
“Kami tidak ingin hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua pihak harus diperlakukan sama di hadapan hukum. Jika memang ada dugaan gratifikasi, maka harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” tegas Ridho dalam keterangannya, Jumat (10/04/2026).
Soroti Transparansi dan Integritas
Selain mendesak pengusutan, Aliansi Pemuda Kalteng juga menyoroti pentingnya transparansi. Menurut mereka, keterbukaan informasi dari institusi penegak hukum sangat krusial untuk mencegah spekulasi liar di masyarakat serta menjaga stabilitas sosial.
Ridho menambahkan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian pemuda terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Ia pun memberikan peringatan akan adanya aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
“Jika dalam waktu yang kami tentukan tidak ada perkembangan signifikan, maka kami tidak segan untuk melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar,” tambahnya.
Dukungan Mahasiswa: “Mata Rakyat Tidak Akan Berkedip”
Senada dengan Ridho, Ketua BEM STIE Sampit, Andriyanto, turut menyuarakan kegelisahan serupa. Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk kontrol sosial mahasiswa dan pemuda Kotim terhadap isu-isu krusial di daerah.
“Kami akan terus mengawal. Mata pemuda dan rakyat tidak akan berkedip melihat bagaimana hukum ditegakkan di tanah ini. Jika hari ini janji ‘Usut Tuntas’ hanya menjadi slogan, maka kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Andriyanto.
Aliansi Pemuda Kalteng kini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses hukum yang sedang berjalan, sembari tetap menjaga kondusivitas daerah agar tetap harmonis.
