WWW.ARUS KAHAYAN. COM
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti rapat rutin inflasi yang dirangkai dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti secara virtual di Ruang Rapat Bajakah, Senin (6/4/2026).
Dalam Rakor tersebut, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga per 1 April 2026. Sejumlah catatan, bulan Maret 2026 inflasi bulan ke bulan sebesar 0,41%, sedangkan tahun ke tahun, melandai dibanding bulan lalu, sebesar 3,48%. Kalteng sendiri mengalami inflasi bulan Maret sebesar 3,86%. Inflasi month to month Maret 2026 terutama disebabkan kelompok makanan, minuman dan tembakau. Year on year inflasi didominasi oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.
Sementara itu Mendagri Tito Karnavian meminta perhatian dan kewaspadaan kementerian terkait terhadap komoditas bawang merah. “Kementerian Pertanian agar bisa membuat ketidaktergantungan pada satu daerah saja yaitu Jawa Tengah untuk produksi bawang merah,” tuturnya. Di samping itu, ia juga meminta perhatian kementerian perdagangan untuk mengatur penjualan khususnya daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng.
Selain itu, Mendagri menyoroti berlangsungnya perang Iran, Israel dan AS yang belum dapat dipastikan sampai kapan. Untuk itu Tito meminta semua daerah melakukan langkah-langkah ketahanan pangan masing-masing, mendorong masyarakat untuk bisa swasembada di daerah masing-masing, dan kerjasama antardaerah. “Pengawasan lebih ketat, kepada produk unggulan kita, kira harus utamakan untuk konsumsi dalam negeri meskipun ada godaan harga di luar negeri meningkat,” pesannya.
Turut hadir dalam Rakor ini Sekretaris Jendral Kemendagri Tomsi Thohir, Kepala BPOM RI, dan perwakilan Kementerian/Lembaga terkait serta diikuti para Kepala Daerah dari seluruh Indonesia. (Tim)
