KAPUAS

Habib Said Abdurrahman Soroti Keadilan dan Kemanusiaan dalam Sosialisasi Empat Pilar di Kapuas

WWW.ARUSKAHAYAN.COM,  KAPUAS, KALTENG – Anggota MPR RI yang juga Senator asal Kalimantan Tengah, Habib Said Abdurrahman , hadir langsung di tengah masyarakat Desa Maluen, Kecamatan Basarang, pada Senin (09/02/2025). Dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Majelis Pencinta Rasulullah, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai krisis kepercayaan publik dan pentingnya memanusiakan rakyat.

Acara yang dimulai pukul 13.00 – 17.15 WIB ini mengusung tema kritis: “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menyikapi Berkurangnya Kepercayaan Masyarakat kepada Pemerintah dan Lembaga Tingginya.”

Sentuhan Kemanusiaan dalam Negara

Dalam pemaparannya, Habib Said Abdurrahman menekankan bahwa akar dari menurunnya kepercayaan masyarakat bermula dari pudarnya pengamalan sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab . Menurut beliau, hukum dan kebijakan seringkali terasa tumpul ke atas namun tajam ke bawah, yang mencederai nilai kemanusiaan.

“Negara tidak boleh hanya dijalankan dengan angka-angka statistik, tapi harus dengan hati. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti menempatkan rakyat sebagai subjek yang terhormat, bukan sekadar objek kebijakan,” tegas Habib Said Abdurrahman di hadapan masyarakat Kalteng yang majemuk.

Beliau menambahkan bahwa keberadaban seorang pemimpin dan lembaga negara diukur dari sejauh mana mereka mampu mendengar omongan rakyat kecil dan memberikan solusi yang adil tanpa tebang pilih.

Menyikapi Merosotnya Kepercayaan Publik

Menangapi isu berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tinggi negara, Senator Kalteng ini mengajak warga untuk tetap kritis namun tetap dalam koridor konstitusi. Lembaga Tinggi Negara merupakan alat untuk menyelenggarakan pemerintahan, yang berjalan sesuai UUD dan GBHN. Beliau membedah bagaimana Empat Pilar dapat menjadi solusi:

  • Pancasila sebagai Kompas Etika: Mengingatkan pejabat publik bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan rakyat. Individu selaku WNI wajib menganut 1 Agama dan itu dilindungi UUD 1945.

  • Keadilan Sosial: Habib menekankan bahwa keadilan sosial tidak akan tercapai jika rasa kemanusiaan telah hilang dari sistem birokrasi. Dan jika Adab hilang maka Ilmu tidak akan berguna, karena Ilmu yang dijalankan tanpa adab maka kekufuran serta kekerasan yang akan terjadi.

  • Peran Masyarakat: Mengajak masyarakat Kalteng untuk terus mempererat silaturahmi agar tidak mudah terprovokasi oleh ancaman situasi politik nasional yang dibuat oleh politikus secuil tanpa memandang cita cita lurus NKRI.

Dialog Interaktif dengan Warga

Suasana di lokasi sosialisasi tampak hidup saat sesi dialog dibuka. Masyarakat Desa Maluen menyampaikan aspirasi terkait sulitnya akses keadilan di tingkat akar rumput. Habib Said Abdurrahman mencatat setiap masukan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam kapasitasnya sebagai wakil daerah di tingkat nasional.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk tanggung jawab moral. Kita ingin memastikan bahwa meskipun kepercayaan publik sedang diuji, semangat persatuan di Kalimantan Tengah tidak boleh goyah sedikit pun,” tutupnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Guru Masrani, dengan membawa harapan agar para pemimpin bangsa kembali kepada khittah kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta tidak berlangsungnya perjuangan para pahlawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *