WWW.ARUSKAHAYAN.COM, PALANGKARAYA, KALTENG — Kabut asap pekat yang menyelimuti Kalimantan Tengah kini tak hanya menyesakkan dada, tetapi juga menyulut kemarahan publik. Aliansi Gerakan Pemuda Melawan Korporasi resmi mematangkan konsolidasi dan bersiap menggelar aksi roadshow besar-besaran mulai Senin, 7 September 2026.

Dengan mengusung ultimatum keras, massa siap menyerbu sejumlah titik strategis, diawali dari Kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalteng. Aksi ini digelar guna membongkar dugaan kejahatan korporasi sawit yang dinilai meraup untung miliaran rupiah di atas penderitaan rakyat.
“KALTENG DIBAKAR, KORPORASI BERJUDI!” — Aliansi Gerakan Pemuda Melawan Korporasi.
Daftar Titik Aksi & Tuntutan Utama
- Kantor GAPKI Kalteng (Titik Awal) Menagih pertanggungjawaban asosiasi pengusaha atas kerusakan lingkungan, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pengabaian hak-hak dasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.
- Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng Mendesak audit menyeluruh terhadap perusahaan sawit yang bermasalah serta menuntut sanksi tegas bagi korporasi yang mengabaikan kewajiban plasma dan program CSR.
- Dinas Kehutanan Kalteng Menuntut pengawasan ketat terhadap alih fungsi kawasan hutan yang dinilai menjadi akar bencana ekologis dan mengancam ruang hidup warga.
- Kantor ATR/BPN Kalteng Mendesak pengusutan tuntas serta penindakan hukum bagi perusahaan yang disinyalir tetap beroperasi tanpa Hak Guna Usaha (HGU) dan menyerobot tanah rakyat.
Aliansi menegaskan bahwa praktik impunitas bagi pengusaha nakal harus segera diakhiri. Mereka menyebut kelalaian kewajiban plasma, operasional ilegal tanpa HGU, serta abainya korporasi terhadap karhutla sebagai kejahatan sistemik. Aksi roadshow ini dirancang sebagai ultimatum terbuka bagi pemerintah dan pemodal sebelum gelombang perlawanan rakyat meluas.
