WWW.ARUS KAHAYAN. COM
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Kalimantan Tengah resmi dilantik. Gubernur Agustiar Sabran menghadiri acara pelantikan tersebut bersama Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden dan unsur Forkopimda Kalteng.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Sekda Kalteng, disampaikan bahwa momentum ini menjadi awal dari tanggung jawab besar membawa organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan pelindung bagi para penambang rakyat di Bumi Tambun Bungai.
“Ini langkah penting dalam menata kembali potensi ekonomi daerah, sekaligus memberikan wadah yang tepat bagi para pejuang ekonomi di akar rumput yaitu para penambang rakyat kita,” kata Sekda di hadapan Gubernur dan pengurus APRI di Aula Jayang Tingang Lantai I, Kamis (16/7/2026).
Namun menurutnya, kita semua tidak boleh menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi. Sektor pertambangan rakyat sering kali dihadapkan pada isu-isu krusial, mulai dari legalitas perizinan, keselamatan kerja, hingga dampak kerusakan lingkungan yang jika dibiarkan akan merugikan generasi masa depan.

APRI tambahnya harus menjadi jembatan yang kokoh antara masyarakat penambang dengan pemerintah. “Bantu masyarakat penambang kita untuk memahami regulasi. Dorong proses transformasi dari tambang ilegal menjadi tambang rakyat yang legal dan berizin melalui mekanisme Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR),” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW APRI yang baru dilantik Jaya Samaya Monong mengungkapkan pihaknya siap berkolaborasi dan bersama-sama memperjuangkan para penambang yang ada di Kalimantan Tengah. “Kami bersama-sama dengan Pemerintah akan mengelola dengan baik dan benar,” tegasnya. (Tim)
