KALTENG

Puncak Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalteng 2025, Wakapolda: Polisi Harus Hadir Sebagai Penolong Masyarakat

WWW. ARUS KAHAYAN. COM, Palangka Raya – Rangkaian Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diikuti pejabat utama Polda, Kapolres, Kabagops dan Kasat serta Kapolsek jajaran, selama tiga hari resmi berakhir.

Kegiatan tersebut ditandai dengan upacara penutupan yang pimpin oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., SH, MH mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, bertempat di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Minggu (7/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Kalteng menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan apel dipusatkan pada penguatan Transformasi Polri menuju tata kelola yang lebih profesional dan humanis.

“Fokus dari apel Kasatwil tingkat Polda ini adalah memberikan materi-materi Transformasi Polri kepada para Kabagops, Kasat dan Kapolsek di jajaran Polda Kalteng,” ujar Wakapolda.

Brigjen Rakhmad juga menekankan bahwa tujuan terbesar dari kegiatan ini yakni membentuk karakter personel yang benar-benar hadir sebagai Polisi penolong.

“Harapan terbesar dari kegiatan ini, adalah mewujudkan nilai-nilai Bhayangkara sebagai sosok Polisi penolong masyarakat. Bukan sekedar penegak aturan, itu poin utamanya,” bebernya.

Wakapolda menambahkan, selama tiga hari kegiatan ini para peserta menerima berbagai materi pelatihan yang menyasar peningkatan kompetensi teknis maupun etika pelayanan.

Materi tersebut meliputi pelatihan rohani, pelatihan public speaking, serta pemahaman tentang profesionalitas Polri dalam menghadapi tugas-tugas pelayanan hingga dinamika di lapangan.

“Kami memberikan materi terkait, bagaimana menghadapi tugas, masyarakat, dan menanggapi berbagai situasi yang berbeda. Hal inilah yang menjadi tujuan utama. Inti orientasinya satu yaitu bagaimana melayani masyarakat dengan baik dan humanis,” pungkas Brigjen Rakhmad.

Sekadar informasi, pada kegiatan kali ini juga diadakan peragaan penanganan dan pengamanan terkait situasi aksi unjuk rasa yang diperagakan oleh para personel secara profesional dan humanis.

Mereka menyebarkan taktik dan strategi dalam menggarap potensi kerawanan melalui skenario yang telah ditentukan mulai dari tahapan pengamanan aksi unras, penyekatan jalan, hingga pengamanan objek vital. (4n5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *